Selasa, 25 April 2017

Malam Renungan Sebelum Menghadapi Ujian Nasional


Malam Renungan Sebelum Menghadapi Ujian Nasional. Ngomong-ngomong, ada yang kangen nggak sama tulisanku yang berlabel "school"??? Soalnya kemarin-kemarin itu saya sibuk banget buat postingan lomba, akhirnya jatuh sakit deh, lalu bergelut dengan aktivitas dunia nyata, sampai blog ini terbengkalai. Duh, puk-pukin blog sendiri.

Ada yang kangen nggak???

Ada.

Yess. Kali ini saya akan bercerita mengenai salah satu kegiatan di sekolah. Dari judulnya saja sudah ketahuan kalau saya akan membahas tentang "Malam Renungan". Apa sih malam renungan itu? Kenapa harus ada malam renungan? Apakah ada manfaatnya? Jawabannya, baca blog ini sampai tuntas ya, hahaha.

Malam renungan adalah malam dimana anak didik (dalam hal ini murid-murid) yang akan menghadapi ujian, dikumpulkan dalam 1 ruangan khusus sesuai agama masing-masing, lalu melakukan kegiatan refleksi, merenungi apa yang sudah diperbuat selama ini, baik terhadap diri sendiri, sekolah, maupun ke orang tua. Mereka diminta untuk menilai diri sendiri, sekaligus untuk memohon doa orang tua serta kepada Tuhan agar ujian dilancarkan. 

Kegiatan malam renungan ini dilakukan oleh siswa-siswi kelas 6 yang sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional. Nantinya, seperti uraian di atas, mereka diminta untuk datang ke sekolah bersama kedua orang tua mereka, saling sharing (curhat antar anak dan orang tua), lalu memohon doa restu supaya ujian lancar dan tanpa halangan apapun.

Sebenarnya kegiatan ini bisa dilakukan tiap hari oleh siswa sendiri, tapi mengingat ini adalah kegiatan sekolah, jadi mereka wajib mengikutinya bersama-sama dengan teman serta guru-guru di sekolah.

Penting nggak sih kegiatan malam renungan ini?

Penting, karena ini merupakan titik balik siswa dalam merefleksi dan menilai dirinya sudah sejauh manakan mereka belajar, patuh pada orang tua, serta hal-hal lain seperti ibadahnya sudah giat belum, ramah dengan semua orang atau tidak, menaati peraturan sekolah atau belum, dan lain-lain.
***

Tahun ini yang menjadi ketua panitia Malam Renungan adalah Mr Abed. Meski begitu, semua teman-teman guru ikut membantu untuk kegiatan ini. Jujur saya merasa paling deg-degan malam itu, nggak tahu kenapa, padahal biasanya mah nggak apa-apa, mungkin karena ketemu sama orang tua siswa, hahaha.

Baca juga: 10 Fakta Guru yang Tidak Diketahui Orang Tua Murid

Seperti tahun kemarin, kegiatan Malam Renungan ini dilakukan pada malam hari. Pukul 18.00 semua siswa dan orang tua berkumpul di aula lalu mereka mengisi sebuah angket yang berisi tentang "sejauh mana keterlibatan orang tua dalam mengajari anak belajar untuk menghadapi ujian nasional".



Untuk acaranya sendiri dibagi menjadi beberapa bagian, seperti:

1. Diskusi orang tua dengan sekolah (saya sebagai wali kelas, koordinator kurikulum, koordinator kesiswaan, dan kepala sekolah)


Lagi-lagi saya dibuat deg-degan, karena harus menjawab pertanyaan dari berbagai orang tua. Duh, padahal penginnya saya santai tapi mau nggak mau harus ikut andil dalam diskusi ini. Untung dibantu oleh kepala sekolah, jadinya sedikit lega (((tapi tetap saja takuuuut wkwkwk)))

2. Berdoa




Selagi guru-guru dan orang tua berdiskusi, anak-anak kelas 6 masuk ke ruang khusus sesuai agama masing-masing. Untuk yang muslim, mereka melakukan ibadah bersama terlebih dahulu, untuk yang Buddha dan Kristen juga berdoa sesuai ajaran masing-masing. Di sini anak-anak diminta untuk berdoa, berikhtiar, dan merenungi segala perbuatan mereka selama ini.

3. Mohon Doa Restu



Selesai berdiskusi dan berdoa, selanjutnya orang tua naik ke atas panggung dan disusul oleh anak mereka masing-masing. Kali ini suara tangis pecah haru, banyak anak-anak yang menangis saat minta restu kepada orang tua mereka. Suasanya tiba-tiba jadi sedih, mereka saling berpelukan, orang tua saling menasehati anaknya, sampai terisak-isak tagisannya. Bahkan guru-gurupun banyak yang ikut menangis karena terbawa suasana.

4. Menonton Video Dokumentasi dan Presentasi


Selesai meminta doa restu orang tua, selanjutnya mereka duduk di kursi masing-masing dan rileks sebentar. Panitia selanjutnya memutarkan video dokumentasi berisi foto-foto mereka sewaktu masih kecil sampai sudah besar. Video itu juga berisi kegiatan anak-anak selama di rumah maupun di sekolah. Anak-anak juga maju satu per satu untuk mengungkapkan isi hati mereka.

5. Foto Bersama



Acara terakhir ditutup dengan foto bersama murid, orang tua, serta guru-guru di sekolah. Alhamdulillah acaranya lancar tanpa kurang suatu apapun. Saya senang dan lega karena salah satu agenda kelas 6 sudah terlewati. Kini tinggal menjalani hari-hari dengan penuh optimisme, karena sebentar lagi anak-anak kelas 6 akan menghadapi ujian nasional.

Baca juga: Tips Menghadapi Ujian Nasional



Ada banyak manfaat yang dapat diambil dari kegiatan malam renungan ini, seperti: mengeratkan hubungan anak dengan orang tua, jadi wadah diskusi antar orang tua murid dengan guru-guru, serta sebagai malam untuk merefleksi diri.

***

Kegiatan ini sebagai awal perjalanan anak-anak kelas 6 sebelum menempuh segala macam ujian. Saya yakin semua pasti berjalan baik kalau anak-anak juga terus belajar dan menjaga diri, karena pihak sekolah sudah memberikan yang terbaik buat mereka. Ada les tambahan, latihan soal tiap hari, dan doa bersama. Tapi tentu anak-anak juga harus mendapat dukungan penuh dari orang tua mereka.





Doain murid-muridku lulus 100% dengan nilai yang memuaskan ya teman-temakuuuuuuuu!

Menurut kalian penting nggak sih malam renungan begini? Share dong :)

Salam,
+mei wulandari

5 komentar :

  1. penting sekali mba.. di tempat saya juga rutin dilakukan setiap akan ujian dan stelah ujian selesai juga ada kegiatan sujud syukur.
    kegiatan ini termasuk bentuk do'a dan kepasrahan akan hasil yang akan di dapatkan dari ujian. jadi penting sekali menurut saya mah.

    BalasHapus
  2. bagus acaranya mba refleksi dengan kegiatan positif didukung ada ortunya jg :) mantap bisa ditiru kegiatannya

    BalasHapus
  3. Duh kebayang kl ntar Raya UN gimana hahahah.. kok dulu nyokap aku santai2 aja ya kl anaknya ujian, hahahah ntar kebayang aku ikutan deg2an kali pas raya UN XD

    BalasHapus
  4. Iya, banyak orang yang lebih fokus pada belajar dan melupakan faktor X, jadi hal-hal seperti ini saya kira perlu dilakukan

    BalasHapus
  5. keren jg ya acaranya mei... pas aku sekolah dulu ga ada beginian... tp aku ga bisa bayangin deh bakal nangis2an gitu ama ortuku ;p.. soalnya jujur aja dulu pas sekolah hubunganku ama ortu ga gitu deket :D.. jd mungkin kalo ada acara begini, akunya datar aja kali yaa ;p

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung :)

Back to Top