Pengalaman Periksa ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Wonogiri

Mami dan Kenzo ke dokter kulit dan kelamin

Siapa sih yang nggak sedih kalau ditanyain terus menerus sama orang-orang mengenai kondisi anak kita? Ya pasti semua sedihlah, terutama ibu. Alih-alih bersimpati, tapi mereka tuh malah ujung-ujungnya nyinyir, sok nasihatin padahal tajem banget omongannya. Maaf banget nih kadang suka baper sama orang-orang yang kepo kayak gitu, hahaha. 


Baca juga: Miss Mei yang Galau

Emang orang-orang tersebut nanyain apa sih, kok sampai bikin sewot? Jadi gini, wajah Kenzo (di bagian pipi kiri) itu ada bercak-bercak putih, tapi bukan panu ya. Entah apa namanya saya sendiri juga nggak ngerti. Bentuknya sih sepertinya sama sewaktu kecil, cuma makin ke sini kok makin nyata. Maklum Kenzo kan kulitnya sawo matang, jadi kalau ada bercak putih di wajah tuh kelihatan banget.

Bercak putih di wajah Kenzo

Cuma salah saya juga sih nggak langsung ke dokter untuk cari tahu itu sebenarnya bercak putih di wajah Kenzo apaan. Tapi menyesal juga nggak ada gunanya ya kan? wkwkwkw jadi ya saya move on dari omongan orang dan mulai cari dokter kulit yang pas (pas di hati, pas dalam pengobatan, dan pas di kantong pastinya).

Singkat cerita, saya langsung cari-cari dokter spesialis kulit dan kelamin di daerah Wonogiri. Kebetulan kemarin itu saya lagi libur sekolah jadi pilih dokter kulit Wonogiri. Alasan kedua sih ya maybe (ini maybe ya) harga dokter kulit Wonogiri lebih murah dibanding di Bekasi atau Jakarta. Maka ketemulah saya sama dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Ny. Eko Rini Puji Rahayu, Sp. KK. 

Dokter kulit dan kelamin Wonogiri

Baca juga: Destinasi Wisata Menarik di Wonogiri

Tahu dokter kulit ini juga nggak sengaja gara-gara lewat Ponten (daerahWonogiri) dan di sana tertulis ada dokter kulit. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Pagi harinya saya coba hubungi nomor telepon yang tertera, ternyata nggak perlu reservasi alias disuruh datang saja ke tempat praktiknya.

Oh iya, dr. Ny. Eko Rini Puji Rahayu, Sp. KK buka praktik di samping apotek Giri Husada Wonogiri (Jalan Pemuda 1/6 Wonogiri, telp: 0273-321070), Jawa Tengah.  Buka dari hari Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat pukul 16.00-18.30 (Hari besar tutup ya). Kalau bingung lokasinya di mana, sila cari saja alun-alun Krida Bakti Wonogiri, nah lokasi praktik dr Eko Rini di sepanjang jalan itu.


Sore harinya saya menuju tempat dokter Eko Rini praktik dianterin sama adik. Dan entah kenapa saya tuh selalu cek-cok sama adik, ternyata dia nggak berubah ya. Dari dulu sampai sekarang ngeselinnya minta ampun hahaha. Kami cek-cok karena dia buru-buru mau berangkat ikut pertandingan voli. Padahal kan dokternya belum datang, masa ya ditinggal. Mana antre pula, kan ogah ya kalau harus ngulang antre lagi esok harinya, hadew.

Kemarin itu saya nyampe lokasi jam 4 sore, tapi dokternya baru sampai jam setengah 6. Lumayan menunggu lama sih, tapi saya tetap positif thinking. Barangkali dokternya sedang menghadapi pasien yang lain atau terjebak macet mungkin. Intinya saya sangat menghargai dokternya meskipun datang jam berapa aja. Tapi adik saya yang bolak-balik gelisah karena dia harus segera ke tempat pertandingan.

Setelah 1,5 jam menunggu akhirnya dokter yang ditunggu-tunggu datang juga. Kebetulan saya dapat nomor antrean ke-5 jadi masih harus menunggu pasien sebelumnya. Kurang lebih setengah jam nama Kenzo dipanggil ke ruangan periksa. Yang ada dibayangan saya dokter Eko Rini itu sudah tua tapi ternyata nggak. Mungkin emang dr Eko Rini aslinya masih muda ya, hehehe.

Saya dipersilakan duduk lalu mulai ditanya-tanya mengenai gejala apa dan sakit apa. Kira-kira percakapan kami seperti ini:

dr: "Coba tolong dijelaskan keluhannya!"

Me: "Anak saya ini wajahnya ada bercak-bercak putihnya, Dok. Dulu muncul saat usianya masih 4 bulanan. Kok sekarang semakin nyata ya warna putihnya?"

dr: "Ada alergi nggak, Bu?"

Me: "Nggak ada, Dok. Saya dan suami juga nggak ada penyakit kulit. Tapi saya punya tanda lahir warna putih di paha sebelah kanan. Apa itu termasuk keturunan ya, Dok?"

dr: "Oh bukan, ini bukan penyakit keturunan kok. Sabun mandinya apa ya?"

Me: "Sabun mandinya ya sama kayak saya dan suami, Dok. Hehehehe. Kadang ya biore, lux, lifebuoy, dettol, dll."

dr: "Wah harusnya sabun khusus anak-anak, Bu. Anak ibu ini kulitnya kering jadi harus pakai sabun yang banyak pelembabnya."

Me "Oh oke, nanti saya ganti. Tapi sebenarnya anak saya ini sakit apa sih, Dok? Bukan panu kan ya? Karena bercak putihnya nggak timbul gitu."

dr: "Bukan panu, Bu. Nama penyakitnya adalah Pityriasis Alba."

Me: "Pityriasis Alba itu apa, Dok? Kenapa bisa terkena sakit itu? Bisa diobati nggak? Itu bercak putihnya bisa hilang?"

(Saya mulai nyerocos banyak tanya karena penasaran hahahaha)

dr: "Pityriasis Alba itu penyakit kulit yang menyerang anak-anak dan remaja. Biasanya berwarna putih atau merah di bagian wajah dan leher. Nanti ini bisa hilang asalkan diobati secara berkala. Penyakit ini tidak menular kok, Bu dan biasanya karena kulit kering dan sering terkena sinar matahari."

Me: "Tapi anak saya ini jarang lho panas-panasan, Dok. Lalu obatnya apa ya?"

dr: "Gunakan pelembab dan sabun khusus anak-anak. Nanti saya buatkan resep obatnya ya."

Lalu si dokter sibuk telepon, iya dia telepon mamanya (ternyata yang saya ajak ngobrol selama ini tuh bukan dokter kulit Eko Rini, tapi anaknya hahahaha). Sedikit kecewa sih karena saya berharap ngobrol langsung dengan dr Eko Rini. Tapi ya sudahlah nasi telah menjadi bubur. Lalu anak bu dokter ini tanya-tanya  ke mamanya via telepon obatnya apa aja biar dibikinin resep untuk ditebus di apotek.

Kupikir Kenzo bakal diperiksa secara detail, disenter kek, disuntik kek, dipegang kek, atau apalah gitu tapi ternyata cuma ditanya-tanya doang. Itupun yang jawab saya sendiri karena Kenzo kan masih kecil. Mana paham dia ditanyain dokter, wkwkwkw.

Setelah selesai percakapan dengan anaknya sang dokter, lalu tibalah saatnya untuk membayar. Anak dokter tersebut langsung kasih saya sabun batang dan salep (tapi bukan salep sih karena bentuknya cair) yang harus dipakai 3x sehari dan menyebutkan nominal yang harus saya bayar yaitu sebesar Rp 280.000,-. OMG saya kaget dong hahahaha astagaaaaa mahal sekali pikir saya waktu itu.

Sabun batang untuk dipakai cuci muka atau mandi

Cairan untuk dioleskan ke wajah Kenzo

Lagi-lagi saya mikirnya ya paling cuma 150 ribu atau paling mahal 200an ternyata harganya lebih dari segitu. Menurut saya pribadi sih mahal karena kan cuma ditanya-tanya tanpa ada tindakan. Saya kembali "Ya sudahlah demi kesembuhan anak saya". Lagipula mungkin tarif dokter kulit di Wonogiri emang segitu.

Setelah bayar sama anak dokter tersebut lalu saya diberi resep obat minum untuk ditebus di apotek sebelahnya. Saya pun bergegas menuju apotek untuk membeli obat. Lama sekali deh ngeracik obatnya, saya tetap positif thinking namanya juga racik obat nggak boleh sembarangan. Tapi adik saya terus-terusan ngomel karena takut terlambat ke pertandingan voli.

Selesai diracik saya pun membayar di kasir. Betapa kagetnya karena ternyata mahal juga coyyyy wkwkwkw. Tebus obat sebesar Rp 176.000,-. Jadi total berobat ke dokter kulit Wonogiri dan tebus obat untuk penyakit Pityriasis Alba adalah Rp 456.000,-.

Racikan obat minum untuk Pityriasis Alba

Pulang dari dokter kulit langsung pusing karena pengeluaran kok malah jadi banyak. Tapi saya tetep santuy dan cek dompet alhamdulillah uang bulanan masih aman. Nggak apa-apa deh mahal asalkan bercak putih di wajah Kenzo bisa bener-bener sembuh. Doain ya teman-teman.

Setelah selesai urus obat, saya dan adik pun kembali pulang sampai nggak sempet makan malam karena buru-buru pergi ke lapangan voli. Padahal niatnya saya tuh pengin traktik makan adik, tapi dia malah buru-buru sih.

By the way, obat racikannya diminum 2x sehari setelah makan, sabun batangan untuk mandi, dan salep cair dioleskan setelah mandi. Mudah-mudahan aja manjur ya. Nanti insyaallah saya update perkembangannya dan saya bikinin tulisan tersendiri mengenai Pityriasis Alba ini.

Pagi harinya seperti biasa saya update story di instagram (maklum anak socmed banget nih gue), eh tiba-tiba temenku SMA ngechat dong tentang dokter kulit tersebut. Katanya dulu dia pernah berobat ke sana cuma gatal sedikit bayarnya sampai 1 juta, wkwkwkwkwk.

Aduh kok ngasih tahunya telat sih ya. Tadinya kupikir sayalah yang paling mahal bayarannya ternyata temen saya ini jauh lebih mahal. Dia bilang nggak sembuh-sembuh juga, astaga saya pengin ketawa lho. Ketawa denger harga dan efek setelah berobatnya. Bentar ya saya ketawa dulu, HAHAHAHAHAHA.

Jadi demikianlah pengalaman saya pergi ke dokter kulit untuk mengecek bercak putih di wajah Kenzo. Seneng sih karena akhirnya bisa tahu Kenzo itu kena penyakit apaan. Tolong dicatat ya gaes bahwa Kenzo itu bukan terkena panu, bukan. Tapi penyakitnya adalah Pityriasis Alba. Silakan googling sendiri apa itu Pityriasis Alba. Kalau mau sabar nanti insyaallah saya tuliskan mengenai penyakit itu.

Doain semoga Kenzo cepet sembuh ya. Buat kalian yang mau ke dokter kulit mending cari tahu dulu review dokternya atau tanya-tanya ke orang yang sudah berpengalaman ke dokter kulit. Lalu buat temen-temen yang punya gejala sama dengan Kenzo mending langsung ke dokter ya, jangan ditunda-tunda karena takut malah makin menyebar ke kulit yang lainnya.

Semoga postingan curhat ini bermanfaat bagi yang sedang mencari dokter kulit di Wonogiri. Amin.

Salam,
@meifariwis

32 komentar

  1. Udah mahal, trus bukan dokter yg aslinya pula yg datang hahahahah. Itu ngeselin sih. Lah Kitakan pgnnya berobat Ama dokter yg tertulis namanya :D. Aku juga bilang itu mahal. Kok sama Ama tarif dokter kulit di JKT :p.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata bukan dokter yang asli yang aku ajak bicara mba, hehehe. Aku ga tahu sih tarif dr spKK itu berapaan. Tapi gak apa-apa kok, semoga Kenzo sembuh.

      Hapus
  2. Hai Mey gmn kabar??msh inget aq??hehehehe
    Waktu aq hamil pernah periksa jg kesitu krn gatal2 abs 500rb klo gk salah dan gk ngefek krn ternyata gatalnya bawaan bayi,namanya perempuan sempet ngedumel jg pak Bejo mlh santai bgt jwbe yawes udh dibayar misi meh dijaluk meneh hahahahaha Kye nek ke dokter spesialis dmnpun hrs cari tau dulu deh tarifnya drpd puyeng hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini Vero bukan ya?
      Hahahah pengalaman ya, gak apa-apalah sesekali.
      Ya malu kali masa mau diminta lagi hehe

      Hapus
  3. anak saya dulu waktu bayi juga ada bercak putih, tapi bekas ruam sih, sempat sedih takut wajahnya jadi belang gitu, Alhamdulillah hilang sendiri karena saya rajin olesin baby oil :D

    Kalau anak pertama saya kulitnya sehat Alhamdulillah, soalnya dulu saya rajin oles-oles baby cream dan baby oil.
    Sampai kelas 1 SD saya biasain pakai lotion anak, eh sekarang dia malas dan malu katanya hahaha.

    Kalau anak kedua, nggak rajin-rajin amat sih, makanya kulitnya nggak sebagus anak pertama.
    Btw anak saya udah 9 tahun dong masih pakai sabun anak, kadang sabun bayi hihihi.

    Semoga bercaknya lekas sembuh ya, rajin-rajin diolesin baby cream Mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah keren lho mbak rajin kasih lotion dan pelembab ke anak. Aku nih pemalas huhuhu kesel/ Mudah-mudahan ini anakku cepet sembuh juga amin

      Hapus
  4. Wah mahal juga ya, mbak biaya konsul aja hampir 300 ribu. Mana ternyata bukan dokter aslinya lagi. Heu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang bikin sedih bukan harganya tapi ternyata bukan dokter aslinya hahahha

      Hapus
  5. Sekolah kedokteran lama dan mahal biayanya, jadi kita mesti menghargai...menurutku sih gitu. Apalagi ini praktik pribadi kan ya. dokter spesialis lagi
    Kalau di Jakarta dokter spesialis sepertinya sudah enggak ada yang 200 rb ke bawah tarifnya.
    Semoga Kenzo kini sudah sembuh ya:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb, aku gak masalah sama harganya kok. hehe
      Mkasih atas doanya.

      Hapus
  6. Rasanya lega ya mbak kalo ada yang aneh di anak kita dan tau itu apa. Semoga bisa lekas menghilang bercak putihnya. Setau saya kalo ke dokter kulit memang lumayan tipisin kantong mbak. Mudah-mudahan kita semua tetap sehat ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb, semoga aja lekas sembuh ini bercak putihnya.
      amin sehat juga buatmu ya mb

      Hapus
  7. Dulu pas zaman masih 1990-an, zaman pas saya masih kecil, kekeke, saya juga ada tuh gejala kulit bercak putih kayak Kenzo ini mba. Memang sih kata mantri (saya periksanya dibawa ke mantri waktu itu) gak boleh gonta ganti sabun, apalagi pakai sabun orang dewasa. Hihihi. Zaman sekarang mah penanganannya udah cepat yaaa, tinggal ikutin saran dan resep dokter.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh iya zaman dulu namanya mantri ya hahahaha ketahuan nih :p
      iya bener ga boleh gonta ganti sabun hadewwww

      Hapus
  8. Aduh nama sakitnya susah disebut ya mba. Semoga anaknya cepet sembuh ya. Suami aku pas sakit THT kena sekitar 400 juga mba. Cuma diksh obat dan biaya konsultasi. Aku ga tau apa harga dokter spesialis segitu kali ya. Pasti emang lebih mahal dri dokter umum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin emang harganya segituan ya mba kalau ke dr sp hehhee

      Hapus
  9. Wahaha jahat banget nih diketawain, liat ceritanya jadi pengen ikut ketawa... Tapi gimana tuh kak apakah dengan resep dari dokternya bisa hilang dikit dikit? Wahh sabunnya kek udah dipake yaa.. masih basahhh ;D

    BalasHapus
  10. ibu saya juga ada bercak merah dikeningnya yang gatel seperti alergi, dan berobat ke beberapa dokter kulit.
    sekali berobat bayar konsultasi plus obat racikan dokter sampe 700ribuan per dokter.
    dan sembuhnya ke dokter umum di klinik yang bayarnya pake bpjs...

    sakit hati ini hiks....

    BalasHapus
  11. Emang ya klo dokter spesialis emang gak ada yang murah. Apalagi dapet krim racikan.

    BalasHapus
  12. Terus hari ini, gimana perkembangannya Kenzo? Sudah ada perbaikan?

    Pityriasis Alba ya namanya ... sering lihat sih di wajah anak-anak kecil ...

    BalasHapus
  13. Setau saya kalau ke dokter spesialis kulit dan kelamin emang mahal, Mbak... ooh si kecil kena Pityriasis Alba, insyaallah cepat sembuh ya Mbak anaknya... penyakit kulit yg biasa dialami anak dan remaja kan ya... semangat Mbak Mei

    BalasHapus
  14. Oiya penting banget ya mom ternyata untuk cek kulit anak gini biar bisa di sembuhin gitu untuk permasalahan nya juga...

    BalasHapus
  15. Kalau Maxy tu ada lingkaran putih di mulut tapi keliatan kalau aku keliru pakai pasta gigi. Kalau balik pakai pasta gigi bayi ya amaan tapi gnn masa udah gede pakai pasta gigi bayi mulu. Beruntung ya nemu dokter kulit yg cocok ntr kalau dah sampai rumah jg mau bawa anak ke dokter kulit anak jg ah

    BalasHapus
  16. Kalau di Jakarta biaya dr spKK segitu relatif murah mbak, biasanya diatas 500 huhuhu

    BalasHapus
  17. emang biasanya dokter spesialis kulit untuk resep obatnya agak mahal, tapi kita bisa tahu lebih detail penyakit kulit yang kita alami, sehingga obat yang diberikan biasanya cepat memberikan kesembuhan.

    BalasHapus
  18. Btw aku pengen liat deh bercak putihnya kaya gimana huhu baru tau penyakit ini soale, mungkin agak mirip panu gitu kali ya?. Oh ya kak kalau dokter spesialis itu emang mahal apalagi dokter kulit , dulu waktu aku SMA aja (belasan th lalu) untuk sekali dateng buat konsul jerawatnya , suntik sama obat aja abis ratusan rebuuu huhu.

    BalasHapus
  19. Pengalamanku ke dokter kulit kelamin agak ajaib jg disambut barisan suster yg ngomongnya seragam selamat siang Bu, ibu masuk ke kamar periksa yg onoh terus dokternya tua tp baik aku kan alergi waktu itu waduh terkejoet waktu dikasih tahu pantangannya, trus aku harus makan nasi sama air putih doang gitu bayaranbyya 150 ribu aku kan berobat bukan utk cantik, yg pengen cantik bayarnya 1 jeti keatas wuih

    BalasHapus
  20. Ngga tau kenapa tapi emang kalo periksa ke dokter spesialis kulit itu ga pernah ga murah ya 😂😂. Daku pernah juga kena sampe 700rb. Tapi waktu itu pake asuransi. Jadi ga begitu nampol rasanya

    BalasHapus
  21. Terimakasih sharingnya mom.. Saya cek google untuk cari alamat dokter spkk di wonogiri eh nemu blog ini. Tercerahkan ga jadi periksain si kecil ke dokter itu, karena tetangga ortu jg bilang kalo disitu mahal, mending ke yg satunya (tapi saya blm cek jg sih) hehe. semoga Kenzo cepet sembuh ya mom.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, saya ga ada maksud apa2 lho ini mom, cuma sharing. Mau ke sana atau ga itu hak mommy ya hehe. Btw makasih ya doanya

      Hapus
  22. Lagi pandemi gini kira kira buka praktek ngga ya kak ?

    BalasHapus
  23. Ternyata itu penyakit toh wkwk,ditempatku mah bocah2 pada biasa mukanya bercak2 putih/biasanya disebut buras klo di tempatku.Aku dulu pun mukanya kek gitu,lebih parah malahan:v.Gegara dulu aku suka panas2an sma kulit kering.Tpi alhamdulilah setelah remaja kulitku agak berminyak dan burasnya pun hilang dengan dendirinya.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar dengan sopan ya. Jangan lupa follow ig/twitter juga di @meifariwis