Jumat, 14 Juli 2017

Berwisata ke Gunung Tangkuban Perahu (Last Moment #1)


Sebelum cerita mengenai perjalanan ke Gunung Tangkuban Perahu saya akan menjelaskan kenapa judul blog ini ada tulisan “Last Moment-nya”. Last Moment adalah sebuah sebutan untuk kegiatan murid-murid kelas 6 di Sekolah Charis Global. Last moment berarti momen terakhir yang dirasakan dan dirayakan bersama-sama seluruh siswa maupun guru kelas 6. Ini adalah momen dimana anak-anak akan menginap atau jalan-jalan atau hanya sekedar makan secara bersama-sama setelah kelulusan (semacam piknik gitu). Nah, untuk tahun ini telah disepakati bahwa anak-anak kelas 6 akan melakukan perjalanan wisata ke Bandung dan menginap di sana selama 1 hari 1 malam.


Kegiatan Last Moment ini diprakarsai oleh orang tua murid, jadi sekolah hanya ikut kemana, dimana, kapan, dan siapa saja yang ikut kegiatan ini (tapi tentu dengan pertimbangan matang dari kepala sekolah ya). Untuk biaya penginapan, akomodasi, dan transportasi ditanggung sendiri oleh anak-anak, tapi semua itu tidak menjadi beban karena anak-anak sudah mulai menyisihkan uang jajan mereka alias menabung  di sekolah.

Berhubung saya wali kelas 6 maka sudah pasti saya ikut dalam kegiatan Last Moment ini. Didampingi juga oleh Ibu Mina (Kepala Sekolah), Mr Ruel (Koordinator Kesiswaan), dan Mr Indra (Guru). Kami semua terlibat dalam perjalanan wisata anak-anak kelas 6 tersebut. Setelah akhirnya diputuskan bahwa kami akan pergi ke beberapa tujuan di kota Bandung seperti Gunung Tangkuban Perahu, Terminal Grafika Cikole, Maribaya Hot Springs, dan Farm House Lembang.

* Sekarang saatnya saya bercerita mengenai tujuan wisata Last Moment yang pertama, Gunung Tangkuban Perahu ..... (Siapin cemilan ya!)

Last Moment ini diadakan pada hari Sabtu, 10 Juli 2017 bertepatan dengan hari puasa. Berhubung panitianya adalah orang tua murid jadi semua sudah disiapkan mereka, sampai kejadian lucu pagi itu pun dimulai.

Mama Jojo: “Halo Miss Mei, lagi dimana? Ini anak-anak sudah kumpul di sekolah”

Saya: (Panik karena posisi masih di jalan) “Iya bu saya masih di jalan, mohon maaf terlambat”
..
Saya panik dong ya sekaligus malu, masa sebagai wali kelas malah datang terlambat. Buru-buru saya suruh suami ngebut sampai sandal Kenzo jatuh dan akhirnya hilang, hahaha.
..
Sesampai di sekolah.

Bus sudah ada, anak-anak sudah siap, tapi kok guru-guru belum ada yang datang, waduh tambah gawat nih. Eh ternyata Mr Indra udah sampai di sekolah duluan tepat waktu, hahaha good job Mister, kamu memang pantas dicontoh. Terus saya nanya dong Ibu Mina dan Mr Ruel kemana, ternyata mereka juga belum datang. Akh legaaaaa.... lega karena saya takut diomeli kepala sekolah wkwkwk.

Setelah semua guru datang (termasuk Ibu Mina), kami semua foto-foto dulu di depan sekolah sekalian berdoa bersama supaya diberikan kelancaran dan keselamatan. Sampai ahkhirnya kami siap berangkat. Semua sudah masuk dalam bus dan busnya pun sudah jalan, lalu tiba-tiba ada mobil mengklakson bus kami. Ternyata dia adalah suaminya Ibu Mina, beliau menstop bus kami karena hape Ibu Mina ketinggalan, hahaha. Sontak kami semua yang ada di dalam bus tertawa “HA HA HA HA HA”. Ternyata semua guru hari itu berangkatnya terburu-buru, maaf yaaaa anak-anak.

Foto sebelum berangkat ke Bandung

Di dalam bus kami semua cerita hal-hal ringan sambil ngemil (kecuali saya, Mr Indra, dan Kelly karena berpuasa). Guru-guru juga ngobrolnya hal remeh temeh, bukan masalah sekolah yang beratnya minta ampun, karena kami tahu bahwa Last Moment adalah kegiatan untuk bersenang-senang, jadi kami semuanya juga ikut senang-senanglah ya hahaha.

Tujuan pertama adalah Gunung Tangkuban Perahu. Ini kali pertamanya saya mengunjungi tempat wisata tersebut setelah sebelumnya hanya tahu dari peta dan di pelajaran IPS saja. Tapi ada yang lebih norak lagi sih selain belum pernah ke Tangkuban Perahu, saya juga udah hampir 8 tahun tidak pernah ke Bandung, makanya saat orang tua murid memilih Bandung sebagai destinasi Last Moment saya girang bukan kepalang (maaf norak lagi lol)

Untuk menuju Gunung Tangkuban Perahu dari sekolah (Lippo Cikarang) kira-kira diperlukan waktu 2-3 jam tergantung kondisi perjalanannya macet atau nggak. Kalau kami kemarin sih berangkat jam 7.15 terus sampai di sana jam 10 pagi. Lumayan lama sih, tapi seru kok karena di sepanjang jalan disuguhi pemandangan yang indah (kebun teh gitu).

Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu (ternyata tulisannya Parahu lho bukan Perahu hehe) ini terletak di Bandung Utara, tepatnya di Cikole, Lembang (-+ 20 km dari pusat kota Bandung). Gunung ini masih aktif sampai sekarang (tapi aman untuk dikunjungi). Disebut Tangkuban Perahu karena gunungnya mirip perahu terbalik jika dilihat dari jarak jauh (seperti legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi).

Gapura Selamat Datang TWA Gunung Tangkuban Perahu

Untuk tiket masuknya saya berikan listnya ya biar gampang, bisa dilihat di bawah ini:


Sesampai di sana saya langsung membayar karcis masuk sekalian beli tiket angkutan menuju kawahnya (semacam elf gitu tapi terbuka). Oh ya, kami juga masih harus bayar parkir bus sebesar 20ribu. Kami diantar menggunakan angkutan menuju kawah Gunung Tangkuban Parahu. Berhubung jalannya berkelok-kelok, ada salah satu murid saya yang muntah, tapi tidak masalah karena dia sehat-sehat saja kok.

Elf yang dipakai untuk mengantar pengunjung ke kawah gunung

Ini dia pemandangan yang ada di gunung, benar-benar bagus lho. Lihat satu-satu ya :)

Kawah gunung Tangkuban Parahu

Kawah gunung Tangkuban Parahu

Narsis di pinggir kawah

Foto bersama di depan kawah

Lompat yang tinggi

Di sana juga ada banyak sekali penjual yang menjajakan buah-buahan, aksesoris, makanan, maupun pakaian. Sampai ada salah satu penjual yang baik banget dan mau cerita-cerita mengenai Gunung Tangkuban Perahu ini. Nggak hanya pandai bercerita mengenai legenda Sangkuriang, tapi si bapak penjual juga mau fotoin kami-kami yang narsis ini hahaha.

Beberapa kios tempat jualan baju/ aksesoris

Kalau ke gunung ini mungkin ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kali ya, seperti pengalaman saya kemarin. Contohnya seperti ini:

πŸ’š Pastikan kondisi anak-anak / pengunjung sedang fit karena perjalanan menuju kawah itu berkelok-kelok, takutnya mual, muntah, dan pusing.
πŸ’š Sediakan P3K, minyak kayu putih, atau obat-obatan yang diperlukan.
πŸ’š Asah kemampuan tawar menawar barang (upayakan memakai bahasa Sunda, biar dimurahin sama abang-abangnya hehe)
πŸ’š Bawa uang kecil / receh untuk membeli barang yang diinginkan (takutnya nggak ada kembalian) atau saat pengin ke kamar mandi.
πŸ’š Bawa kamera atau handycam untuk merekam jejak dan foto-foto di sana.
πŸ’š Bawa jaket / sweater karena suhu di sana lumayan dingin. 
πŸ’š Bawa masker karena di sana bau banget belerengnya (sebenarnya di sana jual juga sih, tapi kalau mau bawa dari rumah kan juga nggak masalah).
πŸ’š Buang sampah pada tempatnya.

Setelah puas foto-foto dan menjelajah pinggir kawah gunung, anak-anak yang nggak puasa pun jajan cemilan dan sekitar jam 12 kami menuju perjalanan ke Grafika Cikole (nanti saya ceritakan di Last Moment Part 2 saja ya).

Senang rasanya bisa melihat pemandangan Gunung Tangkuban Parahu yang luar biasa indahnya. Hawanya yang dingin serta tempatnya yang bersih membuat nyaman pengunjung yang datang ke sana. Apalagi kalau datangnya rame-rame, bisa sekalian kumpul bareng menikmati momen bersama gitu deh.

Oh iya, di Tangkuban Parahu juga bisa dipakai untuk syuting film, prewedding, atau bazar juga lho. Tapi tetap bayar sih hahaha. Okelah cerita Last Moment part 1 cukup sampai di sini saja, tunggu yang part 2 ya. Thank you ;)

Salam,
+mei wulandari 

24 komentar :

  1. aku belum pernah ke tempat ini, ke bandung beberapa kali.. soalnya akses ke sana yang agak susah dijangkau.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo ke sana koh, seru lho jalannya berkelok2 hehehe pemandangannya jg bagus. Moga next time bisa jalan2 ke gunung ini ya

      Hapus
    2. Ayo ke sana koh, seru lho jalannya berkelok2 hehehe pemandangannya jg bagus. Moga next time bisa jalan2 ke gunung ini ya

      Hapus
  2. Bagus pemandangan kawahnya. Aku ke tangkuban perahu udah 7tahunnan lalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb bagus banget, keren hahaha
      Wah lama jg ya mb nggak ke sana

      Hapus
  3. Welcome in Bandung mbaaa heheh udah lama saya ga ke Tangkuban nih baru tahu htm nya

    BalasHapus
  4. asyik dan seru ya mbk, kalau dulu aku Last momen ke Gunung Merapi hihihi, ya sama lah anak-anak kelas 6 didampingi orang tua dan beberapa guru hehe.

    malah mengingatkan aku pas SD dulu, tapi sayangnya jamanku SD aku belum punya dan ngerti foto memfoto jadi gak ada moment yang bisa diabadikan, ya ada sih fotonya tapi salah satu guru yang punya.

    BalasHapus
  5. Ngaku ga yaaaa ... Saya blm pernah ke sana padahal KTP Bandung... Wkwkwk. Lumayan jauh sih klo dri rmh soalnya. Udah kyk kluar kota aja klo ke sana. Makanya antusias saat baca tulisan Mei ini. Itu ada tiket sepeda ya? Bisa sepedaan gitu di sana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak dipi kenapa km belum pernah kesitu padahal orang bandung wkwkwkw
      Iya kak bisa sepedaan di sana

      Hapus
  6. Saya terakhir ke sana 3 tahun lalu. Kalau weekend enaknya datang pagi biar gak kena macet :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pagi2 enak mb kalau ke sana soalnya dingin dan gak macet pasti hehehe

      Hapus
  7. Pernah ke Bandung tapi belum nyampe sini mbak, suami malahan yang udah pernah ke sini. Semoga suatu hari bisa ke sini juga ah bareng anak-anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mas ihwan harus ajak mb ivon nih karena disana pemandangan bagus. Smg bisa jalan2 sama anak2 jg ya

      Hapus
  8. Kenzo udah punya sendal baru, kak Mei? Wkwkwkwk

    Seru yaaa bisa wisata bareng anak didik. Saya terakhir ke Bandung sekitar 2 tahun lalu. Itu pun karena ada PKL kampus. Hihihi

    Tangkuban Parahu menyimpan banyak keindahan memang, dan saya nggak nyangka lho kak Mei sempet nyatet harga2 karcis juga kendaraan yg disewakan. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Btw, udah puas belanja di area pasar Tangkuban Parahu, kak Mei?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah. Langsung dibeliin sama papinya hahaha
      Iya aku catat harga tiketnya dek hehehe sayang nggak belanja disana

      Hapus
  9. Mei, itukan tiket lokal dan foreigner jomplang bgt tuh.. Murid2mu kebanyakan kan wna, jd mereka dipakein tiket yg mana :D?

    Ga ngerti aku knpa beda tiket bisa jauh bgitu.. Wkt temenku yg dr malaysia dtg, aku ajak kesana tp jelas pake tiket lokal lah wkwkwkw...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa mbak, harganya jomplang semuaaa hiks

      Kemarin aku belinya utk tiket WNI aja jadi murah wkwkkw

      Ga tau deh kenapa bedanya bisa jauh gt, walah mb fanny harusnya temennya bayar mahal dong haha

      Hapus
  10. Beberapa waktu lalu aku pernah ke tangkuban perahu.
    tai sampai sekarang belum sempet di posting di Blog muehe.
    waktu itu aku kesananya naik motor, entah kenapa sering banget dimintain tiket dari mulai gerbang masuk sampe biaya lain lainnya.
    bahkan tiket parkir aja hampir bayar 2 kali katanya gara-gara beda pengelola.
    dari situ aku sadar ternyata disana banyak pungli.
    Huh patut disayangkan

    BalasHapus
  11. Wah asik ya. Aku belum pernah. Aku kira tiket nya mahal. Ternyata terjangkau. Bawa rombongan rame-rame kayanya asyiikk.

    BalasHapus
  12. Wah.. miss Mei ga pake masker tuh dekat kawah? Prasaan baunya lumayan menyengat

    BalasHapus
  13. Ini dari turun Elf ke kawahnya kudu naik-naik tangga atau jalan kaki jauh gak mbak? Kalau begitu turun langsung sampai kawah, mau bangetlah ke sini. Effortless, haha males banget anaknya :D

    BalasHapus
  14. wih, mantap bu guru. Hampir lupa kapan terakhir ke tangkuban perahu.. kayaknya udah laam banget, dan tempatnya memang indah banget sih. Ademnya ngangenin, pemandangannya juga menenangkan hati banget..

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung :)

Back to Top