Pengalaman Naik Bus Tingkat Agra Mas

Liburan sekolah kemarin seperti biasa saya pulang kampung bareng suami dan Kenzo. Lumayan banyak sih liburnya jadi saya bisa puas jalan-jalan, kulineran, dan tentu saja foto-foto. Skip dulu deh mengenai jalan-jalannya karena saya mau bahas tentang bus tingkat yang kemarin saya naiki.



Berhubung sudah puas dengan liburan dan harus kembali ke Cikarang untuk bekerja, maka kami putuskan untuk membeli tiket bus saat balik. Nggak kepikiran naik pesawat terbang karena yakin banget pasti harga tiketnya mahal. Pun dengan kereta api, bahkan belum sempat beli, eh ternyata tiketnya udah ludes terjual. Jadilah kami naik bus, tapi busnya bus tingkat, aseeeeeeek.

Baca juga: Pengalaman Pertama Naik Pesawat Terbang

Sebenarnya saya sendiri sudah pernah naik bus tingkat, tapi bukan bus AKAP alias Antar Kota Antar Provinsi, melainkan bus tingkat wisata Werkudara (Bus milik Pemerintah Kota Solo). Jadi sensasinya sedikit berbeda. Kalau kemarin itu bus Werkudara dipakai untuk keliling kota Solo sambil menikmati pemandangan kota yang dulu pernah saya tinggali kurang lebih 4,5 tahun lamanya, bus tingkat yang satu ini adalah bus yang mengantarkan saya dari Wonogiri sampai Cikarang.

Agra Mas namanya. Ya, saya akhirnya memilih akomodasi bus tingkat milik Agra Mas untuk kembali ke Cikarang. Selain pool busnya deket banget sama rumah, ini adalah kali pertama saya naik bus tingkat saat perjalanan jauh.

Kami memilih tanggal 6 Januari 2020 untuk keberangkatan mengingat masih ada acara nikahan sepupu. Sebelum hari H itu saya sudah memesan tiket untuk 3 orang. Of course saya memilih tempat duduk paling atas dan paling depan hahaha. Ya, saya sengaja memilih kursi paling depan supaya bisa melihat pemandangan dari atas bus langsung, no kaleng-kaleng. 😃

FYI, harga tiket per orangnya adalah Rp 235.000,- jadi dikali 3 totalnya Rp 705.000,-. Lumayan murahlah untuk sekelas bus tingkat. Karena kalau liburan kan harga tiket biasanya cukup mahal.

Harga tiket bus tingkat Agra Mas

Penampilan bus tingkat Agra Mas

Agra Mas emang identik dengan warna merah, jadi bus tingkatnya pun berwarna merah dan ada tulisan Double Decker di sebelah sisi kiri dan kanannya.

Pic source: website agramasgroup.com



💗 Sopir dan kondektur terletak paling depan bus bagian bawah.
💗 Toilet berada di lantai bawah bagian belakang.
💗 Jumlah kursi penumpang ada 42, dengan rincian 32 bagian atas dan 6 bagian bawah.
💗 Setiap kursi terdapat bantal dan selimut.
💗 Terdapat LCD TV yang dipakai untuk menonton film atau musik.
💗 Ada sandaran kaki.
💗 Ada tempat untuk ngecharge hp.
💗 Terdapat dispenser.
💗 Dan tentu saja ada bagasi. 


Apa istimewanya bus tingkat Agra Mas?

Foto di samping bus tingkat Agra Mas

Berdasarkan pengalaman saya (ini yang saya alamai ya jadi penilaian ini sifatnya sangat subjektif, monggo kalau ada yang berbeda pendapat ya it's okey).

👍 Busnya bersih.

Bus tingkat Agra Mas jurusan Wonogiri-Cikarang ini lumayan bersih (mungkin karena baru ya hehehe). Selimut dan bantalnya juga wangi.

👍 Staffnya ramah.

Terbukti saat ada penumpang yang tasnya ketinggalan kemarin, staff bus langsung bantu cariin. Telepon sana-sini sampai akhirnya tas penumpang ditemukan tertinggal di pool sebelumnya.

👍 Diberi snack tambahan.

Selama saya naik bus, baru kali ini saya dapat snack, hahaha. Bus lainnya palingan cuma dapat makan malam aja. Kemarin itu saya dapat roti cokelat, kopi sachet, dan air mineral.

👍 Makan malam lebih bervariasi.

Ini juga poin plus sih menurut saya, karena biasanya makan malam bus menunya cuma satu, kalau nggak ayam ya paling telur. Tapi bus tingkat Agra Mas ini tidak lho. Kemarin aja ada 3 menu utama yang bisa dipilih penumpang yaitu: nasi rames, bakso, dan soto. Saya dan Kenzo memilih soto, sedangkan suami memilih bakso.

👍 Toiletnya bersih dan wangi.

Ya meskipun sempit (maklum sih emang toilet bus biasanya sempit), tapi saya akui baunya nggak pesing. Jujur aja sebenarnya sempat risih sama toilet bus, cuma karena Kenzo eek di dalam diapers, mau nggak mau ya harus cebok. Untungnya toilet bus tingkat ini nggak bau, Alhamdulillah perkara cebok menjadi lancar tanpa ada drama.

Minusnya apa?

Secara keseluruhan sudah oke banget dan perjalanan bareng sama bus tingkat Agra Mas kemarin juga sangat berkesan. Cuma ada satu poin yang menurut saya perlu diperhatikan lagi yaitu mengenai jadwal keberangkatan yang nggak on time. Kalau kata orang mah delay gaes:). Kemarin itu dijanjiin bus akan datang jam 11.30 tapi pada kenyataannya sekitar jam 13.00 bus baru datang. Tapi jujur ya, nggak hanya PO bus ini saja, hampir semua bus yang pernah saya naiki dulu ya pasti molor. Nggak tahu deh alasannya apaan, yang pasti nggak sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Ketagihan naik bus tingkat

Naik bus tingkat dengan jarak tempuh yang cukup jauh ini menjadi pengalaman yang menarik buat saya pribadi. Malahan gara-gara bus tingkat Agra Mas ini bikin saya kepikiran untuk mencoba bus-bus tingkat lainnya, hahaha. Ya, saya ketagihan naik bus tingkat. Insyaallah mau coba lagi akh besok pas mudik.

Oh ya, berhubung tempat duduk saya itu berada paling depan, otomatis saya jadi bisa lihat dengan jelas pemandangan yang ada di sekitar. Apalagi sensasinya itu lho, saat busnya mendadak ngerem, atau pas lewat jalan berlubang, aduuuuh maaak berasa kek dicopot jantung ini, hahaha. Tapi asli seru, karena saya berasa lagi naik wahana yang tiba-tiba bikin dada makser.

Saya juga sempat ngobrol dengan kru bus Agra Mas.

Me: Pak, nanti Cikarangnya diturunin di mana ya?

Kru: Di Lippo mbak.

Me: Wah, kebetulan banget rumah saya dekat Lippo jadi nanti nggak begitu repot kalau udah nyampai.

Kru: Oh iya, lha Mbaknya ini duduk di bagian mana?

Me: Di atas, Pak. Kursi nomor 1 paling depan.

Kru: Wah berani sekali, Mbak. Biasanya yang duduk di depan itu bapak-bapak. Pernah dulu ibu-ibu duduk di depan terus nangis karena kaget dan ketakutan. Katanya berasa kayak mau nabrak dan jatuh.

Me: Masa sih, Pak? Mungkin punya trauma kali ya.

Kru: Iya, bisa jadi Mbak. Hehehe

Si bapak masih nyengir-nyengir lalu saya tinggal pergi, wkwkwkw.

Pas si bapak bilang gitu saya udah seneng banget kalau bus tingkat bakal turunin penumpang di Lippo Cikarang beneran. Tak tahunya cuma di Cikarang Barat doang. Hadew Pak 😆

Kesimpulannya naik bus tingkat ini = YAY or NAY?

Jelas YAY, karena fasilitas yang diberikan, keramahan staff, serta makan malam yang bervariasi menjadi poin penting buat saya dan keluarga. Jujur nggak nyesel naik bus tingkat Agra Mas ini. Bahkan banyak teman-teman yang nanyain pas saya upload story di instagram kemarin, katanya pengin naik double decker ini juga hahaha.

Untuk rutenya sendiri juga sudah banyak, bisa langsung diakses aja lewat website resminya di agramasgroup dot com ya atau instagramnya. Semoga pengalaman saya naik bus tingkat ini bisa jadi inspirasi buat ikut cobain juga.

Ada yang udah pernah naik  bus ini juga?

Salam,
@meifariwis

21 komentar

  1. Blm prnh naik bus begini kalo di Indonesia, tp aku prnh naik di Malaysia :D. Sukaaaa sih, waktu itu aku jg pilih yg atas, walopun ga paling depan Mey. Biar ga Deket toilet sih sbnrnya hahahaha. Aku ga suka memang duduk Deket toilet di kendaraan umum apapun jenisnya. Takut kecium bau aja :D.kalo memang busnya bersih, aku ga keberatan sih naik bus tingkat gini.tp kayaknya kalo bawa anak ga dulu.anakku mabuk darat soalnya :(.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga paling males duduk deket toilet mbak wkwkwkw.
      untung aja ini kemarin bersih dan ga bau. Ayo cobain pas ke Solo, seru mbak. Apalagi mb Fanny suka adu nyali, wkwkkw

      Hapus
  2. aduh.. sayang banget agra mas yang melewati terminal poris tangerang belum yang model doble decker. kalau anak-anak sih aku yakin pasti paling suka duduk di atas, sensasinya pasti beda. btw, tarif bus yg duduk di atas sama di bawah sama atau harganya beda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga segera ada yang double decker ya Mbak, lumayan bisa menikmati sensani naik bus lantai atas hahaha
      Tarifnya sama kok

      Hapus
  3. wah seru juga ya ternyata pengalaman naik bus tingkatnya sayangnya di daerahku belum ada yang begini nih padahal seru rupanya ngajak anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak seru juga kalau ngajak anak bisa sekalian jalan2

      Hapus
  4. Seru juga ya.. aku blm pernah merasakan langsung kalau lagi keadaan jalan.. pingin coba juga duduk di bagian atas dan depan seperti kakak deh hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya cobain deh, sensasinya berbeda hahahaha
      semoga bisa naik yang lantai atas juga yaaa

      Hapus
  5. Halo MBak Mei :) Apa kabar? Wah, aku belum pernah nih jalan2 jauh naik bus bertingkat kayak gini :) Ah aku jadi kepengen ajak anak2 dan suami ngerasain keseruannya :) Mudah2an ke depannya ga molor lagi jam keberangkatannya ya. Toiletnya mini ya hihihi gemes gt tapi yg penting ga bau pesing ya hihihi :) Oh ya aku barusan follow blog mbak Mei :D TFS.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Mbak Nurul, alhamdulillah kabar baik nih. Iya ini untung toiletnya ga bau pesing wkwkkwkw
      Awmoga nanti bisa coba juga naik ini sama family ya.
      Mkasih sudah follow. sy folbek deh

      Hapus
  6. Beberapa bulan lalu ada temen yang cerita tentang bus Double Decker. Nah aku jd penasaran pengen nyobain eh ditambah abis baca tulisan mbak makin penasaran lagi deeh.. ulasannya lengkap bgt mbak. Waah dpt makan dan snack. Asik juga yaa.. trus bervariasi pula menu nya sampe ada soto dan bakso juga, biasanya kan menunya ga jauh dr nasi rames aja ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak cobain aja, menu makannya emang lebih bervariasi dan dapat snack hehehe

      Hapus
  7. Ya ampun ku pikir ini bus wisata mba, karena biasanya kan yang tingkat buat keliling kota. Baru tau aku ada bus tingkat jarak jauh. Kelihatan busnya nyaman, fasilitasnya oke. Tapi kalau aku prefer naik kereta api aja deh, soalnya suka mabuk darat. Haha!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan, ini bus AKAP hahaha.
      Waduh ternyata kamu mabuk darat ya Nes. Gpp penting ga mabuk cinta hahhaa

      Hapus
  8. Wah mau coba naik, tapi pasti rasanya tinggi bgt kalo diatas . Kalo Eny pasti takut ahahhaha tapi penasaran mau nyoba

    BalasHapus
  9. Wahh udah lama sekali gak mampir di blognya mbak mei hehe. Anyway aku blm pernah mbak naik bus tingkat, ya allah noraknya aku huhu. Jadi kwpengen coba juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha sering-sering mampir dong Fah :)
      Aiih belum pernah naik? cuss buruan gih

      Hapus
  10. Seru banget deh mbak pengalamannya, aku seumur-umur cuma pernah naik bus tingkat ya bus bandros doang, itu juga cuma keliling bandung, dan sekarang udha gak ada lagi yg tingkat. Lain kali coba ah naik bus. Keliatan nyaman.

    BalasHapus
  11. nyaman ya tempat duduknya

    BalasHapus
  12. Pernah sekali, naik bus tingkat. Itupun waktu masih kecil banget. Bus tingkat di Jakarta. Bus jadoel. Jadi pengen ngerasain lagi naik bus tingkat. Apalagi diperjalanan jarak jauh gitu ya. Puas banget pastinya.

    BalasHapus
  13. Ternyata hampir semua bus penyakitnya molor, semoga kedepannya diperbaiki semua agen bus

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar dengan sopan ya. Jangan lupa follow ig/twitter juga di @meifariwis