Saya Sudah Divaksin

Telepon saya terus berdering, ternyata Ms Rista yang menelepon. Siang itu saya sedang disibukkan dengan berbagai persiapan untuk foto pra wisuda anak-anak di sekolah. Mendengar telepon berbunyi, saya langsung mengangkatnya dan haloooooo, ada apa Ms? Obrolan kami berlanjut. Singkat cerita, ternyata Ms Rista baru saja ditelepon oleh pihak puskesmas dan mengabarkan bahwa ada sisa vaksin untuk guru-guru. Berhubung sekolah kami yang paling dekat dengan lokasi vaksinnya, makanya tim kami dipilih untuk segera ke sana. Setelah berdiskusi dengan Ms Feby, kebetulan dia juga nyariin saya suruh mikirin vaksin ini, hahahaha 😂 akhirnya kami putuskan untuk pergi vaksin. Tentu atas perintah dan izin dari Ls Mina terlebih dahulu.

Oh ya, saya lagi ngomongin vaksin covid-19 ya btw, nanti dikira vaksin yang lain, hehe.



Cikarang, 7 April 2021

Pihak puskesmas mengonfirmasi bahwa masih ada sisa vaksin sekitar 30an, jadi guru-guru Charis Global yang sudah siap diharap untuk segera datang ke lokasi agar bisa segera divaksin. Kami langsung bagi tim untuk berangkat ke lokasi secepatnya mengingat jam yang diberikan sangat mepet. Kami berangkat bergiliran, ada yang pakai mobil, dan ada yang pakai motor. Sekitar lima menitan kami semua sudah sampai lokasi. 

Kami disuruh cuci tangan terlebih dahulu baru setelah itu masuk ke area antrean. Oh ya, berikut sedikit gambaran mengenai alur vaksinasi covid-19 kemarin. Saya nggak sempat foto-foto lokasi karena ada satu dan lain hal.



Berdasarkan pengalaman saya kemarin, alur atau proses vaksinasi ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu:

1. Pengambilan nomor antrean
Peserta dicek suhu tubuh dan mengambil nomor urut.

2. Pendaftaran dan verifikasi data
Peserta diminta untuk mengisi data berupa nama lengkap, NIK, alamat, dan nomor telepon, lalu setelah itu diminta untuk menunjukkan KTP untuk divalidasi.

3. Screening kesehatan sederhana dan wawancara dengan dokter
Peserta dicek tekanan darah dan ditanya-tanya oleh dokter apakah pernah terkena covid, apa pernah kontak langsung dengan pasien covid, punya penyakit bawaan, pernah diopname atau tidak, lagi hamil atau menyusuikah, alergi obat atau tidak, dll (kurang lebih pertanyaannya seperti itu, hahaha).

4. Proses vaksin
Peserta divaksin oleh vaksinator. Yang divaksin adalah lengan sebelah kiri. Jarumnya sangat kecil yang sudah diisi sama dosis vaksin. Dalam hitungan detik langsung cussss, beres.

5. Observasi
Setelah disuntik maka peserta diminta untuk menunggu dan diobservasi selama 30 menit terlebih dahulu untuk melihat gejala apa yang ditimbulkan. Jika tidak ada reaksi maka petugas akan memberikan cap atau stempel di kartu peserta vaksin kita bahwa kita sudah divaksin dan boleh pulang, yey.

Sebelum mengikuti alur-alur di atas, ternyata ada sedikit drama lho guys. Waktu itu rombongan kami disuruh untuk antre terlebih dahulu. Kami semua sudah antre, eh tiba-tiba barisan di depanku dicut sama petugasnya, termasuk aku juga kena pemotongan antrean hahaha. Alasannya sih karena vaksinnya sudah habis. Awalnya petugas puskesmas salah menghitung jumlah sisa vaksin, dikira masih ada 30 vaksin ternyata cuma ada 20an. Ya sudahlah ya saya ikhlas saja, toh belum siap ini mau divaksin, deg-degan euy takut jarum suntik, hehe.

Saya mengabari guru yang masih ada di sekolah kalau ternyata vaksin sudah habis dan urutan saya ke belakang juga nggak dapat jatah vaksin. Kata petugas puskesmasnya nanti akan datang lagi vaksinnya jadi nggak perlu sedih apalagi kecewa. Saya sih setuju aja karena pada dasarnya giliran vaksin sekolah kami itu masih minggu depannya lagi. Tapi saya tetap merasa nggak enak, karena tim guru lain yang masih di sekolah juga tidak mendapat jatah vaksin. Pasrah deh. 

Semua peserta yang gagal divaksin bisa langsung pulang tapi kami masih menunggu teman-teman yang lain untuk diobservasi biar balik ke sekolahnya bisa bareng-bareng. Sambil menunggu, saya cuma bisa lihat teman-teman yang divaksin dari jarak jauh. Tiba-tiba saya dipanggil untuk menggantikan teman yang gagal di tahap screening. Wow antara senang dan deg-degan, senang karena dapat vaksinnya, deg-degan karena takut jarum suntiknya hahaha. Ternyata teman saya itu abis minum obat alergi yang obatnya ada kontra dengan vaksin covidnya. 

Saya langsung menuju ke meja pendaftaran, disuruh isi biodata dan menunjukkan KTP. Setelah itu saya ke meja berikutnya untuk screening kesehatan. Tekanan darah saya dicek dan ditanya-tanya seperti alur vaksinasi yang sudah saya jelaskan di awal. Alhamdulillah saya lolos ditahap ini dan selanjutnya disuruh ke area vaksin. Sang vaksinator pun menunggu dengan ramah, tapi perasaan saya kacau balau alias tegang bukan kepalang, hahaha.

Vaksinator menyuruh saya untuk rileks saja. Saya pun mencoba mengalihkan perhatian agar tidak kepikiran jarum suntiknya. Untung di dalam ruang vaksin masih ada temen saya jadi saya minta difotoin sebagai kenang-kenangan dan akhirnya cuuussssssssss, jarum berhasil masuk ke lengan sebelah kiri. Sakit nggak? Ya sakitlah, masa disuntik nggak sakit hahaha.



Setelah disuntik saya bergegas ke tahapan observasi dengan menyerahkan kartu peserta. Petugas meminta saya untuk menunggu selama 30 menit, apabila ada reaksi atau gejala lain disuruh untuk segera melapor. Alhamdulillah setelah 30 menit berlalu tidak ada gejala berarti. Kartu peserta saya diberikan stempel yang menyatakan bahwa saya telah lolos vaksinasi tahap 1. Allahu Akbar senangnya hati ini.

Oh ya dari tadi ngomongin vaksin ini tapi saya nggak nyebut nama vaksinnya apaan, hahaha, maaf ya. Vaksin yang saya dapatkan kemarin namanya Sinovac. Nanti saya juga akan mendapatkan vaksin ke-2 yang insyaallah jadwalnya adalah 5 Mei mendatang. Mudah-mudahan lancar ya, amin.

Berdasarkan artikel yang saya baca, ada beberapa efek samping setelah mendapatkan vaksin covid-19 ini. 

Sumber: IndonesiaBaik.id

Berikut Efek Setelah 7 Hari Divaksin (Versi Saya)

#Hari ke-1 (Rabu, 7 April 2021)

Jujur saya nggak merasakan apa-apa, palingan juga sakit dan pegel di sekitar lengan yang dimasukin jarum. Tapi setelah itu aman-aman aja.

#Hari ke-2 (Kamis, 8 April 2021)

Masih sama seperti hari pertama, rasanya nggak ada keluhan berarti. Cuma pas siang hari saat meeting mingguan dengan guru-guru saya sempat merasakan badan sedikit demam, sumeng, dan kedinginan gitu. Alhamdulillah sih cuma sebentar. Malamnya pas mau tidur, lengan saya pegel-pegel makanya saya nggak berani tidur miring ke kiri, takut lengan makin sakit euy.

#Hari ke-3 (Jumat, 9 April 2021) 

Pagi sampai siang saya merasa biasa-biasa saja tapi saat sore hari pas meeting di sekolah kok saya nguap hampir tiap menit ya wkwkkwkw. Masalahnya saya nggak merasa ngantuk loh beneran, cuma menguapnya itu nggak berhenti-henti.

#Hari ke-4 (Sabtu, 10 April 2021)

Nah ini baru kerasa, entah karena efek samping vaksin atau karena saya lagi banyak pikiran dan masalah. Sabtu pagi setelah bangun dari tidur, kepala saya rasanya pusing banget. Pusing yang bener-bener pusing sampai mau gerak aja sakit saking pusingnya. Cuma ya tetep saja saya aktivitas seperti biasa, ya masaklah, nyucilah, dan tentu juga makan. Setelah melakukan aktivitas itu saya langsung tidur siang berharap pusingnya segera hilang, eh ternyata bangun tidur pun kepala masih terasa pusing tujuh keliling, yoweslah. 😂

#Hari ke-5 (Minggu, 11 April 2021)

Aman

#Hari ke-6 (Senin, 12 April 2021)

Aman

#Hari ke-7 (Selasa, 13 April 2021)

Aman

Hari berikutnya saya sudah bisa tidur miring ke kiri, yeeeeey Alhamdulillah.

Berhubung efek vaksin ini berbeda-beda tiap orang dan kata dokter yang menangani kemarin itu bilang bahwa imun sedang didorong dan dilemahkan kemudian baru imun baik meningkat (kurang lebih seperti itu) jadi harus banyak-banyak istirahat. Saya pun membatasi aktivitas berat dan mobilitas keluar rumah juga saya kurangi (kecuali saat pergi kerja ya).



Alhamdulillah akhirnya terlewati sudah masa-masa setelah divaksinasi kemarin itu. Saya sangat bersyukur karena termasuk kategori yang bisa mendapatkan vaksin duluan mengingat profesi saya adalah seorang guru. Mudah-mudahan semua lapisan masyarakat segera mendapatkan vaksin juga ya dan kita semua terbebas dari covid-19, sehat walafiat, dan terhindar dari virus selamanya amin. 

Insyaallah saya akan ceritakan ulang untuk vaksin tahap ke-2 nanti, doain sehat-sehat terus ya. Tetap patuhi protokol kesehatan, kalau kata bu bidan puskesmas kemarin sih harus jalani 5M ditambah saya sudah divaksin jadi bisa terapin 6M.

Apa saja itu 6M?

1. Memakai masker
2. Mencuci tangan pakai sabun
3. Menjaga jarak
4. Menghindari Kerumunan
5. Mengurangi Mobilitas
6. Mendapatkan Vaksinasi

Salam sehat selalu,
@meifariwis

15 komentar

  1. Vaksinasi baik mandiri maupun ikut program pemerintah merupakan upaya preventif di masa pandemi.

    BalasHapus
  2. Bu guru cantik udah divaksin, yeaayyy!
    Semoga selalu sehaat ya
    dan semoga corona udahan mainnya di planet Bumi
    Semangaaattt buat kita semua!

    BalasHapus
  3. Gimana kak rasanya di vaksin, pastinya lebih sehat ya, karena imun bisa stabil, semoga covid-19 segera berakhir ya, agar kita bisa beraktivitas kembali

    BalasHapus
  4. Semoga tetap lancar hingga vaksin kedua ya bu guru.
    Saya melewatkan jadwal vaksin karena kondisi badan agak kurang sehat.
    Semoga setelah banyak yg mendapatkan vaksin, si C-19 ini benar2 enyah ya.

    BalasHapus
  5. Ternyata panitia emang suka gitu ya?

    serba dadakan

    saya juga tiba tiba dapat info bisa vaksin pukul 12 (waktu vaksinasi pukul 11.00 - 14,00)

    Sayangnya waktu ngisi formulir, ternyata ada tentang epilepsi, kepaksa harus konsultasi ke dokter dulu karena saya mengidap epilepsi

    BalasHapus
  6. suamiku juga sudah divaksin hari sabtu tanggal 10 April lalu, tapi dia gak tahu divaksin sama vaksin apa, hehehe.

    Dengan semakin banyaknya yang divaksin, semoga penyebaran covid-19 ini bisa segera ditekan atau bila perlu bisa hilang yaa, amiiin

    BalasHapus
  7. Waah efeknya jadi pusing dan ngantuk ya. Ini masih bisa ditolelir. Saya hanya khawatir kalau efeknya bisa buat nafsu makan meningkat seperti cerita beberapa teman.. huhuhu... apalagi kalau pas bulan puasa begini. hahaha.

    BalasHapus
  8. Di Cikarang ya Mbak Mei? Waah beruntungnya bisa duluan dapat vaksin karena profesi. Saya masih nunggu konfirmasi dari 2 pihak nih. Lingkungan atau lewat kantor suami. Tapi semoga segera divaksin nih. Nunggu banget saya.

    BalasHapus
  9. Ekspresi wajahnya saat divaksin menutup mata gitu, jadi terbayangkan deg-degan nya, hehe. Dengan para guru sudah divaksin, siap melaksanakan tugas untuk pembelajaran tatap muka ya kak

    BalasHapus
  10. wah, udah dapat vaksin ya. aku belum nih. baca tulisannya jadi berharap segera dapat vaksin.
    Efek vaksin emang berbeda2 tapi dari tulisan ini aku jadi tahu rasanya divaksin. makasi ya infonya

    BalasHapus
  11. Wah, sama dong dengan paksu nih. Berhubung jadwal vaksin untuk para guru udah dimulai, saking deg-deg'annya dia cerita kalo hari Sabtu akan divaksin dan bertepatan pada bulan Ramadan pula. Saya kasih saran konyol aja nih, "sangu minum aja yank, jadi kalo berasa gimana gitu abis divaksin batalin aja puasanya wkwk." Alhamdulillah dia tetep bertahan puasa dan efek vaksin hanya yang lokal (nyeri + pegel di area bekas suntik). Entah ya kalo ngantuk, nggak ada dia cerita soal ngantuk.

    BalasHapus
  12. Di rumah baru ibuku yang divaksin karena termasuk golongan lansia. Sepengalamanku sih, pegawai puskesmas tempat ibuku vaksin care banget. Rajin memantau via WA (pakai WA-ku, makanya aku tau 😀)

    BalasHapus
  13. Sekarang standar protokol jadi 6M ya..
    Alhamdulillah lancar ya mba selama proses vaksinasi
    Padahal begitu banyak isu yg berhembus sehingga membuat kekhawatiran bagi sebagian besar orang
    Intinya saat pengecekan harus jujur dengan kondisi tubuh dan kesehatan nya

    BalasHapus
  14. Whahaha mantap ini sudah divaksin, saya belum eh ._.

    BalasHapus
  15. Mba meeeei, beruntungnya dirimu sudah vaksin :D. Aku msh hrs nunggu nth kapan utk yg publik hahahahaha.

    Perusahaan suami udh ada plan utk vaksin mandiri sih ke semua staff dan keluarganya. Tp baru tahap ngumpulin data. Blm ada kabar bakal kapan suntik. Aku udh ga sabaaaar.

    Eh tapi memang yaaa kebanyakan temen2ku yg udh vaksin, itu juga jd ngantuuuuk. Memang efeknya kali yaaa. Biar istirahat :D. Gpp lah kalo cuma itu aja :D.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar dengan sopan ya. Jangan lupa follow ig/twitter juga di @meifariwis