Kamis, 14 September 2017

Karena Guru Bukanlah Manusia Sempurna

Karena yang sempurna hanyalah milik Tuhan Yang Maha Esa, eeeaaaa eeeaaaa hahaha. Yup, kamu nggak salah kok baca judulnya, bahwa guru juga nggak luput dari salah dan dosa, karena apa? Karena guru bukan manusia yang sempurna. Clear???


😟 Nggak apa-apa kok kalau guru salah

Ya iyalah, nggak selamanya guru itu benar, kalau emang salah ya salah. Contohnya saya lupa mencatat agenda anak, terus ada orang tua murid yang marah. Ya itu wajar karena guru kerjaannya nggak hanya cek agenda, tapi masih harus ngajar, ngawasin anak, ingetin murid makan, bantuin taliin sepatu, bawain tas anak, dll. 

😑 Nggak apa-apa kok kalau guru itu “nggak tahu sesuatu”

Lah emangnya guru itu Tuhan yang tahu segala hal, bukan kan? Contohnya saat mengajar kelas 8 SMP, ada soal yang saya sendiri nggak tahu jawabannya apa. Biasanya saya akan suruh anak untuk skip pertanyaan tersebut. Saya akan jelaskan nanti jika sudah tahu jawabannya. Daripada saya ngasal kasih jawaban ke anak, malah menyesatkan. Biasanya saya cari tahu lewat google kalau di buku benar-benar tidak ada. Thank you google hahaha.

😁Nggak apa-apa kok kalau guru ingin menikmati waktu sendiri

Kadangkala ada saatnya guru itu pengin menyendiri tanpa dibebani pekerjaan. Misalnya gini, udah malam banget tapi masih ada yang nanya-nanya kerjaan. Itu sangat wajar dan biasa terjadi. Tapi kadang guru juga pengin dihargai privasinya. Nggak mungkinlah ya kerja 24 jam nonstop, jadi kalau ada guru yang menon-aktifkan nomor hapenya untuk satu waktu itu hal yang sangat manusiawi.


😠 Nggak apa-apa kok kalau guru marah

Yey, guru juga punya batas kesabaran lho. Tiap hari di sekolah pasti ada masalah, bahkan malah kadang ada hal-hal konyol yang diperbesarkan. Belum lagi kalau anak susah diatur, nggak mau dengerin guru, berisik dan mengganggu temannya, guru boleh marah kok. Tenang saja, guru marah di sini tandanya sayang. Sayang pada murid supaya mereka menghargai yang lainnya.

😟 Nggak apa-apa kok kalau guru takut

Namanya juga manusia, ada kadangkala merasa takut sediri. Takut dengan kepala sekolahlah, takut dengan orang tua muridlah, atau takut pada guru lainnya. Wajar semisal ada guru yang takut, karena tidak semua teori yang dipelajari guru sesuai dengan praktiknya. Contoh, saat mengajar saya takut anak nggak paham atau saat mencoba metode pembelajaran baru, saya takut nanti metodenya gagal diaplikasikan. 

😊Nggak apa-apa kok kalau guru minta dihargai orang tua murid

Sekolah zaman sekarang, orang tua banyak andil di dalam proses belajar. Kalau dulu semuanya dihandle oleh guru, orang tua murid terima apa adanya. Kalau sekarang? Ada masalah dikit saja membuat pamor guru dicap sebelah mata. Tapi pada dasarnya, guru juga ingin dihargai orang tua murid, nggak semuanya apa-apa disalahkan. Guru juga ingin didengar supaya bisa menjalin kerjasama yang baik antara dua belah pihak.

😢 Nggak apa-apa kok kalau guru menangis

Guru menangis? Saya pernah. Saya menangis karena sempat berantem dengan rekan guru lainnya gara-gara salah paham. Saking stresnya dengan kerjaan membuat guru-guru saling berargumen. Ujung-ujungnya nangis. Atau ada lagi guru nangis karena ada orang tua murid yang marah-marah. Ada guru yang nangis karena ditegur kepala sekolah, dll. Nangis kadang menjadi solusi terbaik untuk menghilangkan sesak di dada dan pikiran. 

Nggak apa-apa kok semua hal di atas terjadi, karena memang setiap pekerjaan pasti punya risiko. Kalau sebagai guru ya risikonya juga banyak, seperti :

👉 punya murid yang bandel
👉 ada orang tua murid yang judes
👉 ada kepala sekolah yang galak
👉 administrasi sekolah yang menumpuk
👉 gaji yang nggak besar
👉 jam kerja yang full time
dll

Guru boleh kok marah, menangis, bahkan menyendiri. Boleh-boleh saja karena guru juga manusia biasa yang butuh dimengerti. Tapi percayalah:

💛 Setiap guru pasti ingin anak didiknya pintar dan sopan
💛 Setiap guru ingin menjalin komunikasi bersama orang tua murid
💛 Setiap guru ingin selalu memberikan yang terbaik

Jadi harap maklum yah, guru juga manusa, punya rasa punya hati, jangan samakan dengan pisau belati .. uwooooooo *bacanya nggak usah sambil nyanyi lagunya “Serius” keleus, hahaha

Salam,

2 komentar :

  1. Iya dong kan guru juga manusia hehehe

    BalasHapus
  2. dija dulu kira Guru itu manusia super yang paling pinter
    kalo tanya sesuatu ke guru, pasti guru punya jawabanya

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung :)

Back to Top