Hal-hal yang Harus Disiapkan Orang Tua dalam Menghadapi Online Learning

Senin, 27 Juli 2020 adalah hari pertama e-learning dilaksanakan di sekolah. Gimana perasaan saya? Tentu deg-degan karena ini pembelajaran perdana di tahun ajaran baru. Ditambah lagi semua kegiatan akan running normal dari TK sampai SMP. Plus, saya harus meninggalkan Kenzo di rumah untuk belajar e-learning juga. Tapi untungnya ada suami yang dapat menemani Kenzo belajar.



Sebelum e-learning ini dimulai, sekolah sudah menyiapkan berbagai macam kebutuhan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Bahkan di setiap kelas sekarang sudah terpasang komputer, speaker, kamera lengkap dengan michrophonenya serta bandwidth internet yang ditambah. Jadi insyaallah kami siap.


Untuk tahun ajaran ini memang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya setelah kenaikan kelas maka akan ada liburan sekolah yang lumayan panjang dan bisa mudik ke kampung halaman. Tapi tidak untuk kali ini hahahaha. Liburan sih emang ada, tapi serasa nggak libur karena sering dapat callingan tentang kerjaan dan beberapa kali saya harus ke sekolah. Beruntung juga nggak mudik jadi bisa ke sekolah dengan tenang.


Kalau dipikir-pikir siapa sih yang mau ada corona begini ya kan? Semua orang pasti ingin pembelajaran dilakukan secara normal dengan tatap muka di sekolah. Tapi apa mau dikata? Badai Covid-19 sudah melanda Indonesia dan yang mengalami hal seperti ini nggak hanya di sini tapi di berbagai negara di dunia. Jadi ya mau nggak mau ikuti aturan pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh.


Apa sih bedanya e-learning kali ini dengan sebelumnya?


Tentu beda ya. 


Sebelum saya jelaskan perbedaannya, saya mau sedikit share pengalaman sebelum memasuki tahun ajaran baru secara tatap muka. 


Kami tentu melaksanakan yang namanya rapat kerja di sekolah. Rapat ini membahas mengenai rencana kegiatan sekolah baik secara akademik maupun nonakademik. Nantinya semua rencana tersebut disusun sedemikian rupa untuk diimplementasikan saat pembelajaran berlangsung.


Baca juga: Rapat Kerja di Sekolah


Setelah raker selesai, maka akan ada yang namanya MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Baru deh kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan memperhatikan rules and regulation yang ada. Dilanjutkan dengan Parents Teachers Orientation agar orang tua bisa bersinergi dengan sekolah saat pembelajaran berlangsung. Setelah PTO itu juga lanjut Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa atau LDKS.


Baca juga: Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa


Beda Dulu dan Sekarang


Pertengahan Maret 2020 kemarin ketika tiba-tiba pemerintah memutuskan untuk PJJ, maka yang dilakukan sekolah adalah memberlakukan pembelajaran via Google Classroom.


Kaget? Pasti, karena semua serba mendadak. Untungnya teknologi makin canggih ya jadi kami bisa belajar sedikit demi sedikit.


Bagaimana dengan yang sekarang?


Tentu saja sekolah mulai upgrade dan berbenah diri. Nah untuk pembelajaran yang sekarang ini memakai Google Classroom untuk penugasan dan share link, serta Google Meet untuk tatap muka dengan anak secara virtual. 



Seru nggak? Ya seru dong karena berpacu dengan jaringan internet dan kemampuan diri dalam menggunakan perangkat pembelajaran. Ya kalau disuruh milih mah pasti pilih ketemu sama murid langsung terus bisa ngajar, makan bareng, ngobrol, serta seru-seruan di sekolah. Tapi balik lagi, manusia hanya bisa berencana, Tuhanlah yang menentukan.


Kurang lebih PJJ udah berlangsung 1 bulan, antara percaya dan gak percaya karena ada aja masalah yang kami hadapi, terlepas masalah itu salah siapa, kami siap untuk berubah jadi lebih baik bila itu untuk kebaikan bersama. Makanya pas masa-masa genting begini yang kami butuhkan bukan hanya kecanggihan teknologi tapi juga kesabaran dan pengertian orang tua.


Memangnya orang tua berperan penting?


Ya jelas, dan nggak bisa dipungkiri karena mau tidak mau mereka juga harus mendampingi anak belajar di rumah. Beda lagi kalau anaknya sudah besar, lha ini kan masih level TK dan SD. Jadi ya orang tua pun harus pandai-pandai membagi waktu.


Makanya saya super salut kepada orang tua zaman sekarang yang ikut andil dalam pembelajaran. Saya ucapkan terima kasih karena sudah berusaha sebaik mungkin bersinergi dengan kami pihak sekolah. Buat orang tua murid yang bekerja pun saya juga ikutan salut karena mereka melakukan 2 pilihan berbeda secara bersamaan.


Sekali lagi, thank you parents for your support. 💚💚💚


Nah untuk memudahkan pembelajaran online ini, ada banyak hal yang perlu disiapkan orang tua. Apa saja tipsnya? Berikut diantaranya yah:


1. Take care of yourself.


Ini prinsip utama yang wajib banget dipegang oleh orang tua. Sebelum melakukan treatment ke anak menghadapi pembelajaran online learning ini, pastikan dulu diri sendiri sudah terurus baik secara mental, fisik, spiritual, bahkan emosi.


Maklum ya, orang tua kan juga manusia biasa yang kadang butuh ruang buat “me time”, lakukan! Jangan ditahan, karena mengurus anak belajar online itu menguras pikiran, waktu, dan tenaga. Beri sedikit ruang dan energi buat diri sendiri lebih dulu. Tarik napas, keluarkan.


Baca juga: Mengapa Saya Butuh Me Time?


2. Ciptakan ruang belajar yang nyaman buat anak.


Ini juga sama pentingnya lho Bapak Ibu, bayangkan kalau di sekolah saja anak dapat tempat duduk dan meja yang nyaman, ada papan tulis, ada space buat mereka mendengarkan dan menulis, sama halnya saat di rumah. Orang tua juga harus menyiapkan ruang belajar yang nyaman.


Nyaman dalam artian bukan lalu beli meja belajar yang mahal, bukan. Tapi cari spot yang hening jauh dari kebisingan, jauhkan dari televisi, mainan, hewan kesayangan, maupun gangguan lainnya. Ciptakan ruangan yang membuat mereka senang, bisa di meja dapur, ruang keluarga, kamar, dll (penting nyaman dan leluasa buat mengerjakan tugas sekolah).


3. Buat jadwal dan tempel dekat meja belajar.


Setelah ruang untuk belajar tercipta, jangan lupa semua jadwal pelajaran maupun kalender akademik diprint dan di tempel ya, biar anak mudah dalam membaca jadwal. Biar nggak ada alasan lupa hari ini harus siapin buku apa, harus belajar materi apa, dll. Tempel jadwal itu penting.


4. Tandai agenda penting di kalender masing-masing.


Nah, selain jadwal pelajaran, ada lagi nih yang mesti diperhatikan. Bapak ibu bisa memberi tanda (lingkaran, kotak, warna-warni, terserah deh hahaha) di kalender yang ada di rumah. Bahkan kalau perlu dinote juga di kalender hape sebagai pengingat wkwkwkw.


Iya, ini penting banget sebagai pengingat kapan anak ada ulangan, kapan anak harus ngumpulin PR, kapan anak harus ikut kegiatan ini dan itu, kapan libur sekolah, dll makanya memberi tanda di kalender itu penting. 


5. Siapkan perangkat pembelajaran.


Kalau untuk buku-buku pelajaran (saya rasa kelas besar sudah bisa menyiapkan sendiri), tapi bagi kelas kecil mungkin masih harus dibantu susun buku dan alat tulis ya. Eh tapi lama-lama bisa kok diajarin untuk menyiapkan sendiri. 


Berhubung sekarang lagi daring, otomatis yang harus disiapin adalah komputer atau laptop, bisa juga pakai tablet atau hp. Sepunya dan semampunya saja, jangan dipaksa beli A, B, C, D kalau memang memberatkan. Selain perangkatnya, tetep dong paket internetnya juga diisi karena semua dilakukan via online yang membutuhkan jaringan internet agar terkoneksi.


6. Ajak anak diskusi setelah selesai pembelajaran.


Yap, apabila selesai belajar jangan lupa untuk tanya ke anak “Bagaimana dengan pembelajaran hari ini?”, “Apa harimu menyenangkan?”, atau “Ada PR atau tidak hari ini?”


Ajak anak untuk berkomunikasi apabila ada kesulitan dalam belajar. Dengarkan lalu cari solusi bersama-sama supaya anak juga merasa diperhatikan.


7. Komunikasi dengan gurunya.


Sesekali sharing dengan guru boleh juga lho, supaya tahu kendala dan kondisi di rumah bagaimana. Tapi bukan berarti tiap hari nanya ke guru mulu yak. Ada hal yang sudah dishare oleh guru pada media yang digunakan dalam e-learning, jadi orang tua bisa baca-baca terlebih dahulu. Orang tua boleh kok diskusi dengan guru mengenai perkembangan anak selama online learning.


8. Motivasi anak untuk disiplin dan mandiri.


Ini lumayan susah sih apalagi kalau anaknya masih kecil, ya mana bisa online learning sendiri?


Iya memang susah tapi bisa kok diajarkan cara nyalain komputer misalnya, siapin buku bersama-sama, mengambil alat tulisnya, dan hal sederhana lainnya. Kalau dari awal sudah diajari hal dasar, seterusnya akan semakin terbiasa.



Nah, 8 tips di atas bisa dilakukan oleh orang tua yang anaknya sedang belajar secara daring. Ingat ya, ekspektasi jangan terlalu tinggi karena namanya PJJ pasti ada kendala ini dan itu. Penting kita sebagai orang tua sama-sama dukung anak dan sekolah agar bisa bersinergi dengan baik.


Ada yang mau nambahin? Boleh banget, silakan ya!


Salam,

@meifariwis

1 komentar

  1. Dengan belajar onlen skrg baru terasa betapa sabarnya para guru selama ini. Salut.

    Kemudian saya jadi pengen ngurus sertifikasi nih.

    Senin saya dampingi anak belajar math, selasa fisika, rabu seni, kamis math lagi.

    Bisa menguasai banyak matpel nih hehee

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar dengan sopan ya. Jangan lupa follow ig/twitter juga di @meifariwis