Senin, 18 September 2017

Perlu Nggak Sih Menyusun Menu Mingguan?

Sudah pada tahu kan ya saya ini punya dua job ganda? Hahaha. Selain jadi ibu rumah tangga, saya juga sebagai ibu pekerja. Yang sering baca blog ini sudah pasti tahu kalau saya berprofesi sebagai seorang guru. Berhubung waktu saya sering berada di luar rumah jadi untuk urusan masak-memasak menjadi nomor kesekian.

Baca juga: Tentang Saya


Sebenarnya saya hobi banget masak masakan rumahan seperti goreng, tumis, maupun sup. Tapi kadang kok capek banget ya, sampai rumah udah sore, belum harus main sama Kenzo jadinya malas masak wkwkwkw.  Apalagi saya nggak punya ART, semua pekerjaan rumah saya yang handle. Bisa bayangin kan lelahnya diriku bagaimana?


Tuh kan udah ketahuan banget kalau saya ini jarang masak. Jadi kalau lagi heboh ngomongin menu mingguan ini apa aja, saya nggak masuk golongan itu, hahaha. 

Sejujurnya (halah) saya juga pengin kali masak tiap hari dan menyusun menu mingguan yang variatif. Tapi waktunya itu loh, saya udah capek jiwa raga. Makanya daripada ngomel-ngomel dan bikin baper mending beli lauk aja.

Lalu, muncullah berbagai pertanyaan seperti ini:

Q: Lah, emang beli lauk di luar terus nggak boros ya?

A: Nggak kok, justru setelah dihitung-hitung lebih mahalan masak sendiri lho. Karena yah, saya kan bukan tipe ibu yang suka belanja mingguan (nggak sempet sist). Jadi tiap mau masak ya baru beli cabelah, sayurlah, bawang-bawanganlah, dkk. Nanti ujung-ujungnya boros banget ciyus deh :)

Q: Kalau jajan di luar emang udah yakin itu makanannya sehat dan higienis?

A: Waini yang ini bikin dilema. Tapi tenang, nggak tiap hari saya jajan kok, kadang masak sendiri juga meski nggak sering. Yang jelas saya memilih tempat makan yang bersih.

Q: Emang budget masak kamu berapa?

A: Rahasia dong, mau tau aja hahahaha. 

Sebenarnya kalau menyusun menu mingguan lebih enak kali ya, karena kan bisa tahu kira-kira seminggu habis berapa pengeluarannya. Tapi mungkin juga harus benar-benar dipertimbangkan, karena kan nggak boleh melebihi budget yang ditentukan.

Kalau saya pribadi menyiasatinya dengan begini:

🍛 Sabtu dan Minggu masak

Saya akan masak seperti tumis atau sayur sup, lalu suami akan masak hidangan penutup seperti pizza, donat, puding, maupun kue-kue lain. Jadi emang gitu sih bagi tugas, kebetulan saya suka masak berat, suami suka masak dessert, cocok deh.

Alasan saya masak di hari Sabtu dan Minggu karena kan kami full time ada di rumah, otomatis dari pagi, siang, dan malam butuh makan dong. Kalau jajan terus boros banget, apalagi kalau dalam sehari jajannya sampai tiga kali. Makanya memasak di waktu weekend adalah pilihan yang tepat.

🍔 Pagi selalu sarapan di rumah

Karena saya dan suami kerja, Kenzo di daycare, jadi pagi-pagi kami semua harus makan. Kalau sarapan sih saya selalu buat ya, sederhana aja seperti nasi goreng, roti bakar, susu, nugget, atau ceplok telur. Kalau siang saya dapat jatah makan dari kantor, Kenzo juga dapat makan di daycare. 

🍙 Malam hari beli lauk

Saya beli lauk biasanya pas sorenya buat makan malam. Kadang beli sate, bakso, sup ayam, dll. Pokoknya beli makan yang bersih dan bisa dimakan oleh kami bertiga. Biar hemat juga sih hahaha.

🍎 Stok buah-buahan

Meskipun jarang bikin menu mingguan, tapi kalau urusan buah-buahan saya pasti selalu stok. Misalkan Senin Selasa saya beli Melon, Rabu Kamis Salak, Jumat Sabtu beli anggur. 

🎆 Cari diskonan atau promo

Ini saya paling suka cari diskonan, kalau nugget lagi murah saya akan beli. Atau misalkan ada promo udang, cumi-cumi, dan ayam, saya juga akan beli.

Jadi kesimpulannya, saya bukan golongan ibu-ibu yang bikin list menu mingguan. Tapi tetap menyiasatinya dengan hati-hati supaya nggak over budget. Bikin list itu sebenarnya perlu nggak perlu, semua tergantung dai urusan rumah tangga masing-masing.

Ada yang bikin list supaya hemat tapi malah ada juga yang bikin list tapi boros. Jadinya, kembali ke individu yah. Don’t judge pliiiiiis.

Kalau kamu termasuk ibu-ibu yang mana? Bikin list menu mingguan atau tidak?

Salam,
@meifariwis

*Tulisan ini bagian KEBBloggingCollab Kelompok Dian Sastro dengan trigger Mbak Ayu www.lolipopslife.com, postingan KEBnya ada di sini.

10 komentar :

  1. kalau saya mau beli makan di luar rada susah karena suami rada pemilih kalau soal makanan. jadi ya akhirnya masak deh biar kemalaman juga. heu

    BalasHapus
  2. Aku termasuk yang belanja mingguan sih. Soalnya di sini pasar baru ada agak siang. Kalau nekat belanja, alamat kesiangan. :v

    BalasHapus
  3. Perlu nggak perlu sih, ya? Tergantung sikon menurutku.

    BalasHapus
  4. Aku juga tiap malam beli lauk. :D

    BalasHapus
  5. Saya sukanya bikin list mak. Karena mau saya dalam seminggu menu nggak ada yang sama. Misal senin: ayam, lalu daging, lalu telur, lalu tahu tempe, gitu seterusnya hingga minggu..

    BalasHapus
  6. Kalau aku lebih boros beli di warteg mba. Terus suka pada ke buang. Mubazir deh jadinya.
    Kecuali kalo lagi males banget masak ya beli di luar.

    BalasHapus
  7. kalau aku, karena aku nggak passion masak, jadi masak yang sangat sederhana. Dan itu bukan sayur. Masak yang menu lengkap kalau sudah sabtu minggu dan mama papaku ada di rumah semua.
    Nah, nanti kalau uda berkeluarga, kayanya tips mu ini boleh dicoba, Mei..

    BalasHapus
  8. aku tiap minggu belanja dan masak everyday tapi tetep aja kadang beli karena aku sendiri bosan dengan masakanku yang ga ningkat2 kayak masakannya Farah Quinn wkwkwk

    BalasHapus
  9. perlu
    hehehe
    biar gak bingung

    kadang kan suka bingung tuh

    BalasHapus
  10. Setuju banget. Awalnya aku ngeblog buat menyalurkan hobi menulisku. Itu bener2 pure pengen nulis. Baru belakangan ini aku aktif di komunitas blogger. Ternyata banyak juga ya manfaatnya.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung :)

Back to Top