10 Persiapan Sebelum Melakukan Field Trip

10 Persiapan Sebelum Melakukan Field Trip. Ceritanya, saya diamanahi sekolah untuk jadi ketua panitia field trip tahun ini. Makanya postingan kali ini akan lebih detail mengenai acaranya. Maklum biasanya kalau mau field trip saya tinggal duduk manis dan mengawasi anak-anak, sekarang harus mikirin semua konsep acara, jadinya harus tetap semangat.

Baiklah kita mulai saja ya, uhuk ....

Sebenarnya rencana field trip ini sudah ada dari jauh-jauh hari, sudah survey tempat, dan (hampir) booking wahana. Tapiiiiii .... waktu itu ada kejadian aksi 212 di Jakarta. Maka demi keselamatan bersama acara field trip pun dibatalkan.


Oh iya, sebelum melakukan field trip ada banyak persiapan yang kami lakukan. Semua tentu dengan pertimbangan yang matang, agar anak-anak senang, guru tenang, orang tua nyaman, dan sekolah aman. Semua kami pikirkan masak-masak.

Lalu, apa yang harus dilakukan sebelum field trip Mei?

Pertama, menentukan budget.

Untuk masalah budget sebenarnya sudah diatasi oleh pihak sekolah. Tapi yang namanya panitia pastinya juga harus memikirkan kira-kira berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk kegiatan ini. Jangan sampai over budget, apalagi sampai limit. Bisa gawat nih nasib saya sebagai ketua hahaha.

Kedua, menentukan tempat untuk field trip.

Yap, hal yang paling mendasar dan mesti dipikirkan saat akan field trip adalah "TEMPAT WISATA". Kami (guru-guru) harus berpikir tempat wisata mana yang paling cocok dengan konsep field trip sekolah, intinya tidak hanya untuk bersenang-senang tapi bisa mengambil pelajaran setelah field trip selesai. Maka pilihan jatuh ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Ketiga, buat proposal kegiatan.

Proposal ini diajukan kepada manajemen sekolah, supaya ditinjau dan diolah datanya supaya dana cepat cair. Selain berhubungan dengan dana, proposal merupakan langkah awal yang memang harus dilakukan karena berhubungan dengan administrasi sekolah. Ada kepanitian juga di dalamnya. Intinya sih biar kegiatannya nggak semu, alias abal-abal. Karena itu, semua konsep, rencana, biaya, dan lainnya dibukukan dalam bentuk proposal kegiatan. 

Keempat, survey tempat.

Setelah tempat untuk field trip sudah ditentukan, lanjut ke survey lokasi. Ini penting banget dilakukan karena untuk mengetahui kondisi tempat wisata secara langsung. Kalau sudah survey begini, panitia jadi lebih tau wahana apa yang akan dipilih dan yang paling cocok dengan konsep edukasi untuk siswa-siswi. 

Kelima, menentukan wahana.


Setelah survey, maka kami memutuskan untuk mengunjungi Museum Komodo & Taman Reptilia, Museum Transportasi,  Meseum Serangga, Keong Mas (untuk kelas 1-3). Sedankan kelas 1-4 tempatnya adalah Among Putro Sky World, Museum Transportasi, Museum PP-IPTEK, dan Keong Mas.

Keenam, menentukan alokasi waktu.

Kalau tempat dan wahana sudah terpilih, selanjutnya panitia harus memikirkan waktu yang akan digunakan untuk field trip. Jangan sampai telat, molor, atau malah nggak sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Ketujuh, menentukan itinerary.

Berikut contoh itinerary untuk field trip: 


Kedelapan, pesan tiket wahana dan booking tempat.

Jika wahana dan itinerary sudah fix dan di-acc oleh kepala sekolah, segera booking tempat dan membeli tiket. Jangan lupa tentukan juga tanggal dan hari kunjungan supaya tidak bentrok dengan sekolah lain. Misalkan bentrok pun, sekolah dan pihak wahana bisa cari alternatif lain.

Kesembilan, pesan bus.

Bus di sini artinya akomodasi menuju ke TMII. Berhubung lokasi sekolah dengan TMII cukup jauh makanya harus pesan bus jauh-jauh hari. Kemarin kami memesan 3 bus untuk guru dan anak-anak.

Kesepuluh, tentukan jenis makanan.


Makanan saat field trip dibagi menjadi 3 ya, pertama untuk snack di dalam bus (saat berangkat), kedua makan berat (saat di wahana), dan yang ketiga snack di dalam bus (saat pulang). Makanan ini tentunya juga harus dipilih yang paling cocok buat anak-anak, misalkan ayam, sayur, telur, atau susu dan roti.

***

Jika semua persiapan sudah matang, maka pihak panitia pun harus menyiapkan perlengkapan seperti:

>> P3K (baik untuk di dalam bus atau saat di wahana).

>> Ember dan plastik (kalau sewaktu-waktu ada yang muntah).

>> Name tag (dipakai sebagai identitas siswa dan guru).

>> Kamera (untuk dokumentasi saat field trip).

>> Spanduk (bertuliskan identitas sekolah yang bisa juga dipakai untuk foto-foto)

>> TOA (dipakai untuk mengumumkan sesuatu supaya terdengar jelas)

Beruntung kemarin saya dibantu oleh teman-teman guru yang sangat peduli dan mengerti job desknya masing-masing. Jadinya field trip kali ini bisa berjalan dengan lancar.

Eh tapi seriusan, gara-gara field trip ini saya jadi kepikiran terus, nafsu makan berkurang, dan malas foto-foto. Tak lain tak bukan karena saya banyak memikirkan kejadian-kejadian yang akan terjadi saat field trip, takut gagal, dan banyak komplen, hahaha. "LEBAY"

Ternyata, menjadi ketua panitia membuat saya jadi banyak belajar, jadi makin percaya dengan arti kebersamaan, dan pastinya ini adalah tantangan baru dalam karir saya sebagai guru, ahsyeeeek!!!

Demikian tadi langkah-langkah persiapan sebelum field trip, urutannya bebas ya, mau yang mana dulu yang harus dilakukan. Semoga membantu :) SEMANGAAAAAAT!!!

Oh iya, hampir lupa, nantikan cerita keseruan field trip ke TMII di next post ya :) terima kasih.

Salam,
@MEIFARIWIS

22 komentar

  1. Survey tempat memang penting sih, apalagi bawa rombongan anak2. Misal makan secara lesehan di taman, harus dipikirkan juga misalnya hujan. Bocah2 mau diangkut ke mana, haha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iYA ITU JUGA Harus dipikirin mbak, susah kalau hujan kasihan anak-anak ntar hahaha

      Hapus
  2. Ternyata banyak juga yang harus dipersiapkan ya mba untuk sebuah field trip, nice sharing mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, harus disiapkan matang2 juga :)

      Hapus
  3. Repot juga ya persiapan field trip-nya buat panitia.. Kalo yg anak-anak sih cuma siapin cemilan sama uang jajan buat jajan disana biasanya hahaha.

    BalasHapus
  4. Yang selalu bikin pusing itu budget dan pilihan tempat. Karena 2 hal itu yang paling sering di "protes" sama orang tua murid yang lain. Masing-masing orang tua punya pemikiran yang berbeda yg bikin panitia puyeng..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya budget harus jadi prioritas juga hehhe
      kalau pilihan tempat juga penting karena suka diprotes orang tua wlwkwkkww

      Hapus
  5. banyak bgt yaa yg mesti kita siapin padahal kirain bisa langsung capcus aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kalau capcus kasihan anak2 mb, maklum mereka masih SD jadi perlu persiapan hehe

      Hapus
  6. tapi kalo dipikir pikir, pasti susah, ribet, capek bener jika sudah diamanahi tugas menjadi ketua panitia anak SD. saya sebagai ketos aja kesusahan nertibin anggota osis SMP. T_T sedih.

    terimaksih banyak kak mei, post ini bisa menjadi persiapanku ketika aku diamanahi tugas seperti ini ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi ketua banyak tanggung jawabnya ya hahahhaa moga2 km gak kapok

      Oke sama2

      Hapus
  7. Field trip apalagi melibatkan anak2 yang banyak memang harus direncanakan dengan matang agar gak berantakan setiba di lokasi

    BalasHapus
  8. Ya namanya ketua kan harus tanggung jawab dengan apapun yangvterjadivdibacara tersebut mbk, ya wajar kalau takut gagal hehehe. Tapi kalau udah dilakukan dan selesai udah plong dan selanjutnya bisa jadi ketua panitia lagi ya mbk hehehehe.

    Semua memang harus dipersiapkan secara matang dan detail, apalagi pesertanya anak-anak lebihvagak susah ngaturnya.

    BalasHapus
  9. Baru tau Mbak Mei guru,to?
    Anakku pernah field trip dan ortu gak boleh nemenin, yada aku percaya aja ma gurunya, insyaAllah mereka dah itung2an apa aja yg akan dilakukan di sana, emang gk mudah ya ternyata ngerencanainnya :D

    BalasHapus
  10. Baru ini mampir ke Blog Bu Mei,
    sangat inspiratif dan aku suka dunia anak atau hal yang membahas pendidikan. Menarik :)

    BalasHapus
  11. Wah Itinerary nya detail ya, kalau aku kamera gak boleh ketinggalan mbak hihihi

    BalasHapus
  12. Wah, tipsnya detail banget nih. Oh iya, tips ini menurutku gak cuma berguna buat yang mau ngadain field trip. Yang mau jalan-jalan bareng temen yang bermalam mungkin bisa juga mencoba tips ini.

    jadi keingat pas kemarin jadi ketua panitia makrab kelas, memang semuanya perlu dipikirin matang-matang. Alhamdulillah waktu itu dengan persiapan 2 minggu dan berbagai kekurangan termasuk gak survet villa dan makan, semuanya berjalan lancar. Yah, dengan segala kekurangannya tapi hasil untuk persiapan makrab (hanya) 2 minggu cukup memuaskan, kok jadi curhat pas jadi ketua panitia ya xD.

    BalasHapus
  13. Bawa anak-anak pastinya ngga bisa sembarangan ya mba, apa lagi dalam jumlah banyak, kudu banget yang namanya mempersiapkan secara detail.

    BalasHapus
  14. yang pertama harus niat dlu, maksudnya niat jalan atau ga, misalnya kalau diajak teman ... biasanya kan cuma ikut ikutan aja ga niat, cuma karena gak enak sama temen gituu hhe

    BalasHapus
  15. kemarin-kemarin playgrup adik saya,,, field trip saja pake EO,,, sepertinya guru-gurunya tidak mau ambil pusing ihihi

    BalasHapus
  16. Hampir mirip kayak bikin trip keluarga mba, tapi kalo aku bikin proposal ya ke suami ahahaha.. :D Seru banget ngajak field trip anak sekolah, repot pasti ya jadi ketua.. Hihi.. Waktu sekolah dulu aku tuh paling nggu acara field trip ya, ke TMII sampe berapa kali gitu.. :D

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar dengan sopan ya. Jangan lupa follow ig/twitter juga di @meifariwis