Ini Caraku Mencintai Lingkungan, Bagaimana Caramu?

Assalamu'alaikum :)

Saya adalah perempuan yang berasal dari desa di salah satu kabupaten di Jawa Tengah. Selama tinggal di sana yang saya rasakan begitu tenang, damai, udaranya sejuk, pohon-pohon masih tumbuh rindang, dan jalanan masih banyak yang berbatu. Tak luput juga suara-suara burung berkicau setiap harinya, bahkan jika malam hari suara jangkrik dan kodok pun masih silih berganti memecah keheningan. Saya jadi merindukan keadaan yang demikian, keadaan di mana lingkungan sekitar masih terlihat asri dan asli. Namun karena sebuah tuntutan, akhirnya saya berpindah tempat tinggal di salah satu kota besar di Indonesia, jauh dari keramah tamahan desa.

Di kota, banyak sekali perbedaan yang saya temui. Jalanan mulai beraspal dan gedung-gedung berlomba untuk mencapai ketinggian yang paling maksimal. Kendaraan yang berlalu lalang membuat macet tak karuan yang menghasilkan dua polusi sekaligus, yaitu polusi suara dan tentu juga polusi udara. Padahal jika kita mau sedikit mengalah, kita bisa memakai kendaraan umum seperti angkot maupun bus saat berpergian atau saat berangkat kerja. Tentu hal itu akan lebih mengurangi kemacetan dan mengurangi polusi yang menyebabkan global warming. 

Keadaan jalanan di kota, macet dan banyak polusi. (foto pribadi)

Perbedaan lain yang saya temui adalah saat saya berada di rumah kontrakan. Saya punya beberapa tetangga yang tinggal berdekatan dengan rumah yang saya tempati. Herannya jika dulu saat di kampung saya selalu dinasehati orang tua untuk membuang sampah pada tempatnya, berbeda dengan di sini. Masih saja ada orang yang membuang sampah sembarangan, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Area halaman menjadi kotor karena sampah menumpuk. Belum lagi saat ada kucing atau binatang lain yang mengobrak-abrik sampahnya, sudah dipastikan sampah menjadi berserakan, bau, dan mengundang lalat atau serangga sejenisnya. Padahal jelas-jelas di dekat kontrakan sudah disiapkan tempat sampah. Namun, sepertinya tempat sampah tersebut hanya menjadi pajangan belaka.


Selain menjadi istri saya juga bekerja sebagai guru di sebuah sekolah swasta. Banyak pula hal menarik yang saya temui di sana. Di setiap ruang kelas dipasangi dua buah AC, setelah selesai jam pelajaran AC pun jarang dimatikan, banyak yang menunggu penjaga sekolah yang mematikannya. Tak jarang saya ikut mematikan ACnya, karena saya sadar dengan mematikan AC berarti saya telah membantu untuk menghemat energi, jadi tidak perlu menunggu, karena aksi kecil kita memberi manfaat besar untuk masa depan. Mematikan salah satu alat elektronik satu jam saja itu sudah sangat berpengaruh terhadap kehidupan bumi yang lebih baik. Seperti terlihat dalam video berikut ini.


Sebenarnya mau hidup di desa maupun di kota itu tidak masalah asalkan kita #ingatlingkungan. Bersama WWF Indonesia dan BLOGdetik mari kita lakukan hal-hal kecil sekalipun, dimulai dari diri kita sendiri, dari kebiasaan kita di lingkungan rumah, di tempat kerja, dan di lingkungan sekitar. Sederhananya kita bisa mematikan kran air yang sudah tidak digunakan atau mungkin mencabut aliran listrik saat tidak terpakai, atau bahkan sekedar mematikan lampu di siang hari. Simpel saja. Berikut hal-hal kecil yang saya lakukan dan memang dengan sengaja saya tuliskan di blog ini, sebagai cara saya mengkampanye-kan pada semua orang untuk mencintai alam kita.

Tempat sampah pribadi
Pertama, dari kecil saya sudah diajarkan kedua orang tua untuk membuang sampah pada tempatnya. Saya sengaja membeli tempat sampah pribadi yang saya letakkan di rumah, jika sampahnya sudah penuh saya akan membuangnya di tempat yang sudah disediakan. Begitu juga saat di sekolah, sebagai seorang guru saya juga harus memberikan contoh pada siswa untuk tidak membuang sampah sembarangan. Syukurlah mereka semua mengerti dan melakukannya dengan kesadaran sendiri.


Tas yang biasa saya pakai belanja
Kedua, saya adalah perempuan yang sangat hobi belanja. Tapi saya punya tips untuk mengurangi penggunaan plastik. Karena sebenarnya plastik itu susah untuk di daur ulang, jadi semakin banyak plastik yang kita pakai otomatis banyak pula sampah yang kita timbulkan. Solusinya adalah gunakan tas pribadi masing-masing saat berbelanja, selain mengurangi pemakaian plastik, memakai tas itu terlihat lebih keren lho.




Tas hasil daur ulang bungkus kopi
Ketiga, apakah kalian punya bungkus kopi bekas? atau bungkus deterjen atau plastik snack anak-anak? Jangan dibuang, karena bungkus makanan tersebut bisa kita manfaatkan lho. Tidak percaya? Ini buktinya, saya memiliki tas yang terbuat dari bungkus kopi yang sengaja saya kumpulkan lalu saya bawa ke sebuah perajin barang bekas dekat rumah, dan hasilnya wow bagus banget, tidak kalah dengan tas lainnya. Gimana? Bagus kan? mengurangi sampah pula.



Sisa kertas masih saya pakai
Hal yang saya lakukan selanjutnya adalah menghemat kertas. Ya, sebagai seorang guru pastinya setiap hari bergelut dengan alat tulis, salah satunya buku. Sedangkan buku itu berasal dari kertas. Sering saya mendapati kertas-kertas tak terpakai namun masih ada sisa yang masih bisa digunakan. Apa kira-kira yang saya lakukan? Saya menggunting bagian yang masih sisa itu lalu saya kumpulkan menjadi satu, lumayan bisa dipakai lagi. Hemat bukan?



Beberapa sapu tangan pribadi
Bentuk cinta saya terhadap alam tidak sampai di sini. Walau sekarang sudah tinggal di kota tapi saya ini asli ndeso. Kenapa? karena kebiasaan kecil saya masih saya tanamkan sampai saat ini, yaitu menggunakan sapu tangan. Sebagai perempuan dengan segudang aktivitas membuat saya berkeringat. Tapi saya tetap setia membawa sapu tangan kemana pun saya pergi. Pikiran saya sederhana, kalau memakai tissu terus menerus nanti hutanku jadi gundul dong. Tissu kan berasal dari pohon-pohon. Kalau pohon ditebang terus menerus maka hutan akan gundul dan banjir. Kalau sudah begitu siapa yang rugi? Kita semua kan ya?

Nasi, telur, sayur daun singkong
Terakhir, mengisi perut dengan makanan ramah lingkungan. Lagi-lagi saya ini orang desa, jadi lidah saya juga lidah desa. Mungkin makan makanan cepat saji itu lebih enak dan praktis. Tapi tahukah kalian kalau makanan tersebut tidak baik untuk alam? sederhananya fast food tersebut diolah dan diproduksi di pabrik atau restoran, lalu menghasilkan limbah, lalu limbahnya mencemari lingkungan, lalu banyak orang yang sakit. Aaaah mungkin pikiranku terlalu jauh, tapi memang benar, lebih baik makan makanan sehat seperti sayur, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Apalagi kalau dimasak sendiri, pasti lebih enak.

Sebagai seseorang yang berkecimpung di dunia blog saya juga punya harapan penting untuk masa depan alam sekitar. Kalau bukan kita yang memulai membenahi diri dan mulai menjalani pola hidup hemat energi dan ramah lingkungan, lalu siapa lagi? Tapi sebenarnya kita saja tidak cukup, kita juga perlu sosok yang akan mewakili kita duduk di parlemen sana. Sebut saja pemerintahan. Tanpa mereka, usaha kita juga tidak akan maksimal. Lalu bagaimana caranya? Ya caranya kita pilih wakil rakyat yang juga peduli terhadap lingkungan. Bukan hanya memilih pemimpin yang selalu mengutamakan sektor ekonomi dengan mengekploitasi alam demi kepentingan sesaat.

Sebentar lagi Indonesia akan melaksanakan perhelatan akbar yaitu pemilu. Sebagai rakyat saya juga punya keinginan yang besar pada wakil-wakil rakyat yang nantinya terpilih untuk serius menangani masalah lingkungan. Baik itu yang ada di daerah maupun yang ada di pusat kota. Semuanya perlu mendapat pengawasan lebih. Saat ini yang disoroti kebanyakan tentang ekonomi dan korupsi. Padahal banyak hal besar akan terjadi pada negara kita kalau pemerintahannya sendiri tidak mengawasi kerusakan lingkungan di Indonesia. Bahkan menurut survey, kerusakan alam itu terjadi karena eksploitasi yang berlebihan terhadap Sumber Daya Alam (SDA) yang kita miliki. (1)

Besar harapan saya, siapapun wakil rakyat yang terplih nantinya bersedia menangani masalah kelestarian lingkungan supaya bencana alam bisa diminimalisir. Selain itu semoga nanti ke depannya lingkungan Indonesia semakin bersih dari sampah maupun polusi. Alam sekitar menjadi hijau, banyak burung berkicau, tak ada pembalakan liar dan tak ada pembakaran hutan. Pemerintah dan rakyat harus sama-sama bersinergi menjaga sumber daya alam yang telah Tuhan titipkan pada kita. Kalau alam senang, kita pun ikut senang. Kalau alam marah siapa yang salah? Mulai berdiri lekas lakukan aksi semua dimulai dari diri sendiri...!!! Saya sudah, kamu???

Gerakan kampanye bersama siswa-siswi "SAVE EARTH"



Sumber referensi:
video: http://www.youtube.com/watch?v=4Mxjbip6y04
(1) http://www.wwf.or.id/?31322/JelangPemilu2014PublikInginkanCalegSeriusTanganiIsuKerusakanLingkungan

52 komentar

  1. hhm..kamu ikutan lomba WWF juga ya mei,,btw salamku utk marco udh disampein belum??? hehehe...kalo bandingin kota n desa emg jauh bgt bedanya mei. dikota yg serba otomatis membuat lingkungan kadang tak terhiraukan. semua gak bisa dijaga mulai dari kebiasaan jelek buang sampah, cara memperlakukan energi listrik yg baik agar tidak krisis krn banyak orang lain yg juga butuh listrik,,kampanye semacam ini gue harap gk cuma terjadi krn loe ikutan lomba ya mei tp setelah lomba ini selesai loe juga harus mengkampanyekan gerakan ini ,, oke ??? gue doain masuk nominasi dalam lomba ini ya..goodluck :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Marconya hanya tersenyum :) :)
      Sebenarnya semua kembali kepada pribadi masing-masing, kalau dari awal kita tanamkan untuk mencintai lingkungan, siapapun dia pasti akan melakukan hal yg sama sepertiku. Contoh paling simpel ya membuang sampah pada tempatnya. Semoga tulisan saya ini bermanfaat dan menginspirasi banyak orang untuk selalu mengkampanyekan #Ingatlingkungan,
      insyaallah Julian, yuk kita save earth :)

      Hapus
    2. let's try mei.. :) save our earth together

      Hapus
    3. yesss yuk mariii :)

      Hapus
    4. disekolah gak dikampanyekan juga mei ???? siapa tau anak2 didik loe pada antusias dengan penyelematan lingkungan

      Hapus
  2. Keren kak cara-caranya! ya salah satunya mengurangi penggunaan sampah plastik. Bahkan sekarang juga udah diterapkan gak boleh buang sampah plastik di sekolah atau kena hukuman penjara/denda jadinya semua siswa akan lebih menghindari penggunaan plastik. Misalnya yang biasanya beli snack atau minuman mineral akhirnya bawa makanan dan minuman dari rumah.

    Sekarang aja dikotaku sudah macet dimana-mana. Enak tinggal di desa kak, daripada dikota yg penuh polusi. Good luck kak lombanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa jangan banyak menggunakan plastik karena sama saja menumpuk sampah, kan plastik susah terurainya. Wah hukuman di sekolah kayak gitu ya? kalau di sekolahanku anak-anaknya bawa bekal dari rumah, jadi tidak jajan sembarangan dan tidak memakai plastik juga.

      iyaa dimana-mana macet, sebenarnya di desa dan kota sama saja kalau kita punya kesadaran mencintai ingkungan, amin thanks uyyaaa

      Hapus
  3. loh..aku udah lama nggak main kesini...ganti theme ya kak mei..? headernya unyu..

    wash bener2 pecinta lingkungan ya...cara2 buat jaga lingkungan juga bagus...tas yang dari bungkus kopi itu keren... ternyata sampe segitu kotornya ya di jakarta..emang butuh kesadaran lebih buat ngejaga lingkungan..

    good luck buat lombanya kak..moga menang.. yuhuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mif (tapi tetep dianggap spam sama fb) haduuw

      iyaaa sebenarnya caranya praktis, semua orang bisa melakukannya, asalkan ada niat dan kemauan serta kesadaran akan pentingnya hidup sehat dan menjaga lingkungan.
      iyaa itu bungkus kopi yg dibuat menjadi tas, kamu juga bisa lhoo..kumpulin aja bungkus makanan, kan lumayan bisa di daur ulang :)

      amin amin amin, makasih ya

      Hapus
    2. wah ternyata nggak ngaruh ya..tetep spam..emang blognya ga jodoh sama fb tuh kak..hahaha
      hoo...trus brarti itu bikin sendiri gitu ya...sayangnya ak nggak telaten sama urusan kerajinan tangan semacem itu kak..hahaha

      Hapus
    3. iya nich blogku tetap dianggap spam sama facebook, sedih banget hiksss
      iya itu tas hasil mengumpulkan bungkus kopi lalu dibuat kerajinan tangan menjadi tas, bagus kan?
      ayooo kamu buat juga yaaa, kan bisa mengurangi sampah juga

      Hapus
  4. akhirnya di publish juga tulisannya. lengkap banget ulasannya, pake video segala lagi. aku aja ga kepikiran sampe sana :D
    tas yang dari bekas bungkus kopi atau makanan itu aku juga punya loh. ayahku yang bikin itu, bukan cuman tas, ada taplak meja, tempat tisu, bahkan dibikin kaya semacam tirai gitu. nanti aku tulis ah.. hihihi
    semoga kita menang mba. walaupun ga menang se tidaknya kita udah berkontribusi buat ngejaga lingkungan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya alhamdulillah :)
      yuppp aku kasih video biar lengkap, jadi misal ada yg ingin ikut kampanye bisa lihat videonya juga :)
      wah bagus dong, berarti ayah kamu juga cinta lingkungan tuh, memanfaatkan barang bekas dan menyelamatkan bumi dari limbah.
      aamin ya Allah :), senang bisa berbagi informasi, smg kampanye kita akan terus menjadi pedoman dan inspirasi buat semua org supaya cinta lingkungan ya, amin

      Hapus
  5. Gak buang sampah sembarangan : Check
    Mengurangi tas plastik : sedang diusahakan. kadang lupa bawa tas. dan sedang menularkan ke orang rumah juga.
    Tidak buang bungkus kemasan plastik : Hehehhe maap... yang ini masih lewat. Tapi kalo botol plastik udah di manfaatin kog :D
    Pake saputangan: hehehe yang ini lewat juga... sering males cuci sapu tangan sih :p

    Tapi aku sangat mendukung program menjaga lingkungan kog. Kepingin banget Indonesia bisa bersih dan masyarakatnya makin sadar kalo kita ini cuma numpang di dunia, jadi harus jaga lingkungan.

    Good luck buat lombanya kak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, itu sudah beberapa dilakukan, yukk makin mencintai lingkungan, bawa saja sapu tangan, praktis juga kok :)

      iyaaa terus kampanyekan yaa lewat tulisan boleh dan yg penting lewat aksi nyata :)
      kalau Indonesia bersih kita juga senang :)

      makasih banyak ":"

      Hapus
  6. kalau bukan dimulai dari kita sendiri siapa lagi yang mau jaga lingkungan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener banget mbak, klo bukan dari kita siapa lagi?? lets do it :)

      Hapus
  7. Yap, setuju banget.
    Setiap hal yang baik itu terutama kebersihan dan hemat energi, memang harus dimulai dari diri kita sendiri.
    Nice post.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa apalgi klo bisa mengkampanyekannya atau setidaknya bisa mmberi contoh pada yg lain, kita bisa sama2 mnjaga lingkungan, yukkk mulai berbenah diri :)
      thankyou

      Hapus
  8. Tinggal di desa emang bisa bikin ati adem banget. Karena suasananya yang sepi juga lingkungannya yang asri bisa bikin tubuh nyaman banget. Lain kalo di kota yang bising kendaraan bermotor, juga banyak polusi yang merusak pernafasan.
    Masyarakat kota juga demen banget kalo buang sampah sembarangan. Itulah sebabnya kenapa perkotaan rawan banget sama yang namanya banjir. Karena tindakan masyarakatnya sendiri yang seenaknya membuang sampah. Ntar kalo udah banjir, baru nyesel.

    Memang untuk melakukan perubahan itu kita melakukan dari hal yang kecil terlebih dahulu. Tips-tips kakak diatas sangat bermanfaat banget untuk melindungi lingkungan, terutama membuang sampah di tempatnya itu sangat penting. Semoga saja masyarakat di Indonesia punya kesadaran seperti masyarakat luar negeri yang selalu membudayakan membuang sampah pada tempatnya.

    Nice post kak. Good luck yaa lombanya. Semoga menang. Oh iyaa salam ya kak buat murid kakak yang paling cantik deh pokoknya hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah bedanya di desa dan di kota. tapi mau dimana pun kita tinggal, asalkan punya kesadaran sendiri untuk mencintai lingkungan ya pasti bisa kok :)
      kalau membuang sampah sembarangan itu berarti belum ada kesadaran dari individu masing-masing, karena kalau alam marah nanti yg kena imbasnya ya manusia juga. so mari sama-sama bersama WWF dan Blogdetik kita kampanyekan cinta lingkungan

      tips-tips kecil itu suatu bentuk kepedulian kita terhadap kelestarian alam, semua pasti bisa kok, asal ada dukungan dari pemerintah juga :)

      amin, makasih ya doanyaaa :)

      Hapus
  9. Suasana Tempat yang mba tinggal dulu sama sekarang memang beda banget ya keadaannya..

    dan kebersihan memang harus dijaga, kalo kata iklan sih "kalau bukan kita? siapa lagi?" hahaha
    nice post

    btw itu ada anak sekolahan, mba guru ya? :) adem nih jadi guru, anak - anak pula, bisa canda bareng..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya begitulah, tapi tak apa karena sama-sama nyamannya bila kita sadar akan cinta lingkungan :)
      yupp kita memang harus menjaga kebersihan, dimana pun kita berada.. istilahnya memang benar. kalau bukan kita siapa lagi? hehehe
      iya aku adalah seorang guru, kan di postingan di atas sudah aku tuliskan :)

      Hapus
  10. semua itu juga berawal dari kesadaran diri sendiri. kalo bukan kita yang melakukannya, siapa lagi? banyak orang yang menyepelekannys. contoh kecil seperti buang sampah. banyak orang yang menyepelekan tindakan ini. kalo terus-terusan buang sampah sembarangan, dampaknya pasti juga akan merugikan diri kita dan orang lain.

    nice tips kak! good luck buat lombanya ya kak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget, makanya mulai dari diri sendiri melakukan hal-hal kecil yang bisa kita gunakan untuk menjaga lingkungan :)
      kalau buang sampah sembarangan, yg rugi kita sendiri dan orang banya lhoo... yuk jaga lingkungan kita :)

      iya sama2 ya.. makasih doanya

      Hapus
  11. keren, hari ini enggak harus kllik spam.

    paling enak emang tinggal di desa, suasana asrinya masih terasa. saya sendiri juga tinggal di desa, masih bisa denger kodok sawah, burung hantu, pohon yang masih banyak dimana-mana.
    enggak kebayang kalau beberapa tahn kedepan suasana ini juga akan hilang, pasti akan terasa memprihatinkan.

    kalau lihat foto kendaraan yang macet kek gitu, panasnya kayak apa coba...
    masa kita harus disuguhi kemacetan tiap hari, kembali lagi kesadaran masing-masing juga sih. padahal bisa menyumbang polusi kan.

    kayaknya saya harus ikut kayak Bu Mei, dikantor saya juga pegang administrasi sekolah. mulai sekarang kertas yang enggak kepakai bisa saya manfaatkan lagi.
    untuk anak-anak nih yang paling penting, udah diperkenalkan tentang mencintai alam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hah yang bener? kok aku masih klik spam ya hikksss :(

      iya ada untungnya tinggal di desa, tapi di kota juga enak kok karena fasilitas lengkap. Kita bisa tinggal dimana saja bisa merasakan nyaman asalkan kita juga ramah lingungan :)

      nah, kertas2 yang sudah tidak terpakai masih bisa dimanfaatkan, dipotong kecil2 lalu dibendel menjadi satu, insyaallah bermanfaat. yuk jaga lingkungan yuk :)

      Hapus
  12. Bener bget kak mei. Jjur aj, gue lbih suka tnggal d malang ktimbang di jakarta. Soalnya d malang slain udaranya sejuk, msih bnyk bget phon" hijau dsna. Nah klo d jakarta. Gdung smua, polusi smua. Srasa neraka bocor deh.

    Bner bget. Mulai dri diri sndri lah kta mengkampanyekan kebersihan lingkungan. Prcuma aja nyuruh" org buat jga khijauan bumi, klo orgnya sndri, sring buang sampah smbarangan.
    Nice post ka mei.

    Eh, tpi itu tasnya kren jga yak. Ga nyangka, hahaha. Oh iyak, videonya ga bsa d bka mke hape ka mei. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap daerah memang memiliki pesonanya sendiri Fauzi, sebenarnya di kota juga enak, semua kembali ke diri kita masing2, asalkan sadar akan kecintaan terhadap lingkungan ya bisa saja semua menjadi nyaman
      ka polusi bisa disaring oleh pohon-pohon, nah makanya disini aku berusaha mengajak semua orang untuk slalu #ingatlingkungan agar membiasakan diri mengenai hal-hal kecil seperti buang sampah di tempatnya

      makasih yaa, nanti kalo ol lwt pc bisa dibuka kok )

      Hapus
  13. Semoga artikelnya menang mbak tantik ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin, makasih yaa semoga bermanfaat artiketku ini :)

      Hapus
  14. ahh, keren mbak Meii!! keren bangett malah. kita saa, dari desa yang mengadu peruntungan ke kota. di sini, sampah emang dimana mana karena para warganya cenderung nggak peduli, beda bangett sama di desa yang selalu menjaga kebersihan..walo yahh nggalk bisa ngejudge begitu juga tpi emang fakta yg ada mengatakan demikiann..

    dan cara caramu keren mbak Mei,,,suka banget saa tas bekas bungkus kopinya itu..mau punyaaa...
    semoga menang yaah, fotonya juga unyuuuu :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iya kita sama, sama-sama merantau :) :)
      semua bisa kok menjaga kebersihan tersebut Meyk, asal punya kesadaran masing-masing, di kota maupun di desa kalau sama-sama punya inisiaif untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, yihaaaaa

      ayoooo tujukkan kamu juga bisa sepertiku Meyk :)
      amin makasih yaaa

      Hapus
  15. Mei, idenya bagus bangeet. Saya juga sekarang udah mulai mengurangi penggunaan tisue. Sangune handuk kecil kemana2. :D


    Good Luck yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih Idah
      woooooo bagus dong, tiss dulu, aku juga sering baca handuk kecil alias sapu tangan hehehhee

      makasih ya

      Hapus
  16. Ciee ikut lomba cieee hehe... saya suka saya suka bu gulu...

    Eh ... serius nih kak.. belanja pake tas gitu.. jadi kalo ke pasar belanja ikan, daging, sayur... di taro disitu juga hehe (koreksikalosalah)

    Oh ia ada sebagian di Kota2 besar khususnya Indonesia, .... yg sulit nanganin kebersihan..
    Saya juga orang desa, yg kuliah di Kota Makassar..disini masyarakatnya masih sedikit yg sadar dan peduli ama lingkungan.. huffft

    Mungkin pedulinya di lingkungan sendiri dulu lah.. seperti di kamar, dirumah, atau tempat kerja.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih yaaaa

      iyalah, tapi kalau beli ikan pakai tas yang berbeda pastinya :) :) :)

      makanya ayooo kampanyekan sadar dan #ingatlingkungan :)
      iya bisa dimulai dari hal-hal kecil dari diri sendiri

      Hapus
  17. Waaah MEi lagi kampanya sekaligus ikutan giveaway nih...
    keren deh... ulasannya juga ringan dan tetep berbobot, :D

    btw... tips2nya keren Mei .. cuma masalahnya selama masih ada mahasiswa tingkat akhir yang galau skripsi di bumi ini, mereka akan terus 'nyampah' dengan revisi-revisiannya yang berulang-ulang, kan kertas bekas gak bisa dipake buat revisian lagi..
    dosen juga patut disalahkan dalam hal ini.

    ayo Mei, kampanyekan gerakan ini pada mahasiswa tingkat akhir juga!

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih Dotzzz

      iyaaa, ya mahasiswa juga harus bisa nich buat kampanye, hemat kertas. termasuk pak dosen saat revisi hehehehe
      iyaaa semangat Dotzz

      Hapus
  18. Bener! Kalau bukan kita yg mulai terus siapa lagi! *teriak pake toa* Oke, abaikan.

    Tipsnya udah hampir semua aku lakuin. Cuman tips yg makan makanan ramah lingkungan itu tuh yg belum Lia lakuin. Lia gak suka sayur sih, hehe. Mulai dari sekarang Lia coba untuk suka sama sayur deh >,<

    Itu tas dari bungkus kopinya lucu yaa~ Huahaha. Semoga menang GA-nya kak Mei yg cantik :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa bener banget :)

      baguslah kalau kamu sudah melakukannya
      ayooo makan sayur jangan junkfood terus :)

      aamin makasih ya

      Hapus
  19. semoga tulisannya bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. ganbatte!

    BalasHapus
  20. Kak mei... Btw aku Baru tau loh kalo kk udah merid... :D

    Itu yg bikin tas dr bahan bekas kreatif bgt dan yg aku tau nilai jualnya juga tinggi loh.. jadi kadang barang bekas bisa menghasilkan uang. Tapi aku blm bisa bikin gituan, ajarin dong kak..

    oh iya kk jg ikut acara blogdetik itukah?

    BalasHapus
  21. idenya bagus sekali mba mei,kalau bukan kita yg peduli siapa lagi

    BalasHapus
  22. Teteh mery orangnya kretaif banget

    BalasHapus
  23. jadi seni dan berniali tinggi tuh

    BalasHapus
  24. benerbener wow. udah cantik pecinta lingkungan, masih mau juga pakai saputangan hehe. andai saja jaman sekarang beralih seperti jaman dahulu kembali menggunakan saputangan. mungkin dengan mengadakan diet tissu seperti yang sedang terjadi sekarang yaitu diet kantong plastik hehe.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar dengan sopan ya. Jangan lupa follow ig/twitter juga di @meifariwis