Caleg Perempuan? Kenapa Tidak?

"Masa depan ada di tangan kita". Sepertinya slogan berikut memang benar adanya. Apalagi kalau soal urusan pemilu. Saatnya kita tentukan pilihan kita demi masa depan bangsa yang lebih baik. Perlu diketahui bahwa sebentar lagi Indonesia akan menggelar acara besar yang akan menentukan nasib bersama yaitu pemilu. Tinggal beberapa hari lagi acara tersebut akan digelar tepatnya pada tanggal 9 April 2014, dimana kita memiliki hak untuk memilih Calon Legislatif yang akan memimpin kita. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Tentunya kita harus memilih wakil rakyat yang memiliki visi misi jelas, prestasi yang gemilang, serta kepribadian yang baik. Apalagi sudah bukan menjadi rahasia umum bahwa Indonesia memiliki persoalan yang cukup pelik seperti di bidang kesehatan dan kemiskinan. Dua hal yang tak bisa dipisahkan. Belum lagi masalah ekonomi, budaya, lingkungan, pendidikan, dan masih banyak lagi. Kita harus benar-benar jeli memilih wakil yang nantinya bakal duduk di kursi legislatif.

Dukung Caleg Perempuan
Tapi tahukah anda jika sebagian pemimpin yang duduk di parlemen sana adalah laki-laki? Lalu bagaimana dengan caleg perempuan? Data pemilu 2014 membuktikan dari 100% kuota, caleg perempuan memperebutkan sekitar 37% atau sekitar 2.467 orang, selebihnya diperebutkan oleh caleg laki-laki *. Sudah saatnya Indonesia bangkit, memberi amanat pada perempuan-perempuan Indonesia untuk ikut andil dalam perhelatan akbar nanti supaya tidak ada kesenjangan lagi, karena idealnya kuota untuk perempuan adalah 50% dan untuk laki-laki 50%. Sebagai warga yang baik mari sama-sama mewujudkannya sebagai bentuk tanggung jawab akan masa depan Indonesia yang lebih baik.

Haruskah kita memilih caleg perempuan? kenapa tidak? Banyak hal yang perlu kita ketahui dari caleg perempuan tersebut, mengapa harus banyak caleg perempuan yang duduk mewakili kita, berikut diantaranya:

1. Perempuan haknya sama dengan laki-laki
Pada dasarnya laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama. Memiliki peluang yang sama pula di dalam dunia politik. Begitu pula saat perempuan mencalonkan diri menjadi anggota parlemen. Banyak hal yang dapat dilakukan laki-laki yang memang juga bisa dilakukan oleh perempuan. Bahkan banyak negara di dunia yang menjamin hak demokratik perempuan yaitu hak memilih (right to vote) dan hak untuk mencalonkan diri dalam pemilihan (right to stand for election)*. Jadi peluang perempuan untuk duduk di kursi parlemen adalah sama dengan peluang kaum lelaki.



2. Caleg perempuan cerdas dan pantai bersosialisasi
Perempuan dibekali sifat yang lebih mudah bergaul dan membaur dengan sesama. Perempuan juga memiliki sifat lebih peka dengan keadaan. Banyak pula perempuan cerdas di Indonesia yang mampu dan siap memimpin kita dalam pemerintahan. Caleg perempuan memang perlu diapresiasi sosoknya sehingga jika kita memilih mereka, ada wakil rakyat yang memang cerdas, mampu menyuarakan aspirasi dan mampu bersosialisasi dengan siapa pun, termasuk dengan pejabat pemerintahan dan dengan rakyat kecil.





3. Caleg perempuan memiliki sifat tegas sekaligus lembut
Masih ingat tentang kesan parlemen yang maskulin?* Dengan adanya caleg perempuan yang duduk di sana, kesan tersebut akan sedikit demi sedikit tergeser karena perempuan memiliki kepribadian yang lembut, membawa kedamaian, dan mampu mengubah citra yang awalnya sangar dan kaku menjadi lebih nyaman. Selain bersifat lembut, caleg perempuan juga bisa bersikap tegas. Jadi sifat keduanya bisa mengimbangi jalannya kegiatan di parlemen dengan baik. Caleg perempuan adalah sosok dambaan yang mampu berperan ganda di setiap tindakannya.



4. Lebih pro terhadap perempuan, anak dan lansia
Caleg perempuan akan lebih pro dengan masalah-masalah perempuan. Banyak masalah tentang kasus perempuan, kasus aborsi, seks bebas, jual beli perempuan, kekerasan rumah tangga maupun kekerasan kerja. Belum lagi tentang masalah eksploitasi anak dan perdagangan manusia, ditambah lagi dengan tingginya tingkat lansia di Indonesia yang kurang banyak diperhatikan. Dengan adanya caleg perempuan tersebut, masalah-masalah yang terakait akan lebih mereka tangani dengan baik karena keterwakilannya di kursi parlemen untuk kepentingan perempuan juga.

5. Caleg perempuan lebih peduli masalah kesehatan


Kesehatan menjadi modal utama dalam melakukan segala hal. Begitu pentingnya kesehatan, caleg perempuan mampu menyuarakannya bersama caleg lainnya untuk terus membenahi kesehatan yang memadai untuk Indonesia. Mampu memperkecil kesenjangan pelayanan kesehatan antara yang di kota dan di desa. Meratakan tenaga medis dan memperbaiki alat kesehatan untuk kebaikan bersama. Dari sinilah jiwa kepedulian seorang perempuan mucul akan kesehatan anak-anak, kesehatan rakyat kecil, dan kesehatan semua masyarakat tanpa membeda-bedakan.




6. Perempuan memprioritaskan pendidikan
Pendidikan adalah pilar utama sebuah bangsa. Kalau pendidikan maju, negara tersebut pasti akan maju. Dengan adanya caleg perempuan, persoalan pendidikan akan diatasi semaksimal mungkin. Kesetaraan harus dapat dirasakan oleh semua warga, baik miskin maupun kaya. Seperti yang tertuang dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 1-5 tentang "Hak untuk mendapat pendidikan yang layak, kewajiban belajar, Sistem pendidikan Nasional, dan Peran pemerintah dalam bidang Pendidikan dan kebudayaan".*  Jika ada wakil perempuan di legislatif, pastinya tentu lebih tahu apa yang saat ini dibutuhkan untuk pendidikan di Indonesia.

7. Perempuan cinta dan ramah lingkungan
Perempuan identik dengan keindahan, jika banyak caleg perempuan duduk di parlemen maka keindahan pun akan semakin terpancar. Keindahan hati, keindahan ragawi, dan keindahan lingkungan pastinya. Caleg perempuan lebih peka terhadap kebersihan lingkungan dan keindahan alam sekitar. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. Banyak hutan, gunung, pantai, yang  potensinya luar biasa yang perlu sentuhan seorang perempuan. Supaya SDA yang kita miliki tersebut dapat tereksplor dengan baik dan tetap bisa dijaga keindahan dan keasriannya. Sehingga tidak menimbulkan bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor. 

8. Caleg perempuan teliti, jujur dan amanah
Caleg perempuan memang harus duduk di kursi legislatif karena mempunyai sifat lebih teliti, jujur dan dapat dipercaya. Meski tidak semua perempuan memiliki sifat sesempurna itu. Tapi jika kita percayakan pada caleg-caleg perempuan yang jujur, perkembangan politik, ekonomi dan budaya Indonesia akan semakin maju pesat. Apalagi rakyat memang memiliki harapan untuk calon-calon pemimpin yang benar-benar amanah.






9. Caleg perempuan memiliki daya saing tinggi
Saat ini perempuan di Indonesia tidak hanya berperan sebagai perempuan di belakang layar. Begitu pula dengan caleg-caleg perempuan yang mencalonkan dirinya untuk mewakili Indonesia, mereka punya jiwa semangat kuat, berani, terbuka, dan berwawasan keluar. Caleg perempuan sekarang sudah cerdas secara intelektual dan secara pemikiran. Perempuan sudah tahu tentang hak-hak yang dimiliki sehingga memiliki daya saing yang cukup tinggi.






10. Meredakan konflik dan memberi solusi
Memang dasarnya perempuan dikodratkan menjadi seorang ibu. Sifat keibuan tersebutlah yang sangat mendukung caleg perempuan untuk terus maju. Sifatnya yang ramah mudah meredakan konflik, baik konflik internal maupun eksternal. Mampu menjadi penengah dalam suatu masalah dan namanya juga perempuan, lebih aktif dalam mencari solusi-solusi yang tepat untuk memecahkan suatu masalah. Jika banyak perempuan yang mewakili kita, konflik-konflik yang sering terjadi dapat diminimalisasi.





11. Memiliki jiwa kreatif dan seni
Perempuan itu unik dan punya jiwa kreatif yang tinggi. Perempuan juga menyukai kesenian, baik kesenian tradisional dan modern. Sehingga mampu mendukung kegiatan seni budaya Indonesia. Mampu membawa diri ke kancah nasional maupun internasional serta menonjolkan kearifan lokal dan budaya Indonesia. Di kursi parlemen sana kita membutuhkan sosok perempuan agar aspirasi para pekerja seni tersampaikan dengan baik serta dapat meningkatkan kepopuleran kesenian yang masih hilang dan timbul pada masyarakat Indonesia.





Jadi bagaimana? Bukankah sudah seharusnya perempuan ikut andil dalam keterwakilannya di kursi empuk bernama legislatif? Mari kita dukung caleg perempuan agar bisa menyuarakan suara perempuan, suara rakyat kecil, dan suara rakyat Indonesia pada umumnya.

Tulisan ini diikutsertakan dalam


Sumber referensi:
*http://pemilu.okezone.com/read/2014/03/01/568/948622/2-467-caleg-perempuan-berebut-kursi-di-parlemen
*http://www.academia.edu/3450300/PERJUANGAN_KAUM_PEREMPUAN_DALAM_MEMPEROLEH_KESETARAAN_HAK
*http://wolipop.detik.com/read/2014/03/20/164427/2531970/1133/alasan-sebaiknya-wanita-pilih-caleg-perempuan-saat-pemilu-2014?w993302856
*http://ilmucerdas.wordpress.com/profil/pasal-dalam-uud45-yang-berisikan-tentang-hak-dan-kewajiban-warga-negara/

37 komentar

  1. Yap setuju, tapi sekarang kebanyakan dari model menjadi caleg -___-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya itu yang tersorot kamera saja, banyak kok caleg perempuan yg berasal dari kalangan intelektual, :)
      makasih ya kunjungannya

      Hapus
  2. Caleg perempuan si tidak ada salahnya si , yang dia juga memiliki jiwa kepemimpinan, peduli terhadap rakyat.
    apa lagi kalau benderanya Pink :3 kan unyu *PLAKK !!'

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa perempuan sama-sam punya hak untuk memimpin bangsa, ayooo dukung caleg perempuan

      hah, warna pink??? bagus juga kayaknya hahaa

      Hapus
  3. sya setuju Kak mei kalau caleg perempuan itu masuk parlemen, dan memberikan kontribusi yang bisa mewakili aspirasi rakyat dan bekerja untuk rakyat.

    tapi jangan lupakan Anjelina sama Wa ode, mereka adalah caleg perempuan yang terkena kasus.. itu artinya kalau perempuan juga bisa saja malah nggak jadi amanah saat di parlemen nanti.. semoga hal2 semacam itu nggak terjadi kembali :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa biar sama-sama enak, jadi aspirasi masyarakat (terutama perempuan) bisa tersalurkan.

      tidak semua caeg seperti mereka Pik, semoga saja caleg yg sekarang tetap amanah amin
      iya smg tidak terjadi amin

      Hapus
  4. Perempuan itu lebih mentingin diri sendiri.
    Hehe, gak kok, becanda, mei :)
    Bagi gue gender itu bukan masalah, laki-laki atau perempuan itu sama aja. Dan sama-sama punya hak, asal jangan lupa sama kewajiban :)
    Semoga menang, mei !!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. akh gak juga kok, laki-laki juga seperti itu hahahhahaa
      iya sekarang sudah tidak zamannya perbedaan gender, makanya caleg perempuan sama-sama punya hak untuk duduk di parlemen :)
      asal tidak lupa sama kewajibannya juga
      amin makasih Nu

      Hapus
    2. Kewajiban ngelayani suami juga, mei :p

      Hapus
  5. Waaahhh complete banget alasannya kak Mei... jadi gak ada alasan prmpuan gak boleh duduk jadi legislatif.. sprrt yang kak Mei singgung di atas.. laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan berpolitik yang sama.... good luck buat lombanya yah kak Mei

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih Zhie, semoga tulisanku ini bermanfaat :)
      iya laki-laki dan perempuan boleh kok sama-sama bersaing karena sama-sama hebat pula :)
      amin thanks ya

      Hapus
    2. Iya.. kak... memang gak musti dibedakan antara caleg perempuan dan caleg laki2 termasuk dengan banyaknya calep perempuang duduk di parlemen jg tak.masalah bila setengah atau hampir menyamai banyaknya caleg laki2... asalkan caleg perempuan it jg tahu posisi dan kodratnya sebagai perempuan.. ibu dan istri...

      Hapus
  6. kadang syaa gak mengerti, kenapa porsi perempuan harus dibikin lebih sedikit, ya. Padahal kalau sama2 mampu gak perlu ada pembatasan porsi

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itulah mb, padahal kan sama-sama mampu dan bisa bersaing, semoga tahun ini banyak caleg perempuan yang mewakili kita ya amin

      Hapus
  7. Waaah keren ka mei.. jadi pengen nyoblos caleg cewe kan.. lengkap banget info nya tapi bener kata yang paling atas.. yang bikin kesel kadang cewe yang jadi caleg cuma modal nama waktu dia ada di dunia entertain doang, banyak si tapi ga semua gitu..

    hehe sori BW nya rada telat ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaaa ayo coblos caleg perempuan hehehee
      hu um, tapi tidak semua caleg itu dari artis, dan tidak semua caleg perempuan seperti itu

      semangat makasih ya

      Hapus
  8. Karena perempuan lebih menggunakan perasaan. :D

    Ini kesiapan perempuan sbg caleg udah dibener dimariiii. :D Sukses ngontse ya, Mei. . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, betul :)

      makasih Idah. doain yaaaa

      Hapus
  9. Paparannya bernas. Seharusnya Mei juga merambah koran atau media massa cetak lainnya. Gak kalah denga jurnalis. Woi, senang ada perempuan yang punya pandangan demikian. Selama ini kaum kita dipinggirkan keadaan. Semoga saja pemilu yang akan datang membawa perubahan dengan terpilihnya caleg perempuan lebih banyak daripada dulu. Tapi tantangannya, jangan sampai perempuan jadi alat kekuasaan. Ada yang seperti Angelina Sondakh sehingga terlibat krimi, begitu juga dengan Atut yang nyalahgunain kekuasaannya. Aku optimis masih ada sosok seperti Bu Risma dalam pribadi perempuan lain. Semoga mereka yang terpilih sebagai caleg berkualitas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. moga-moga bisa merambah ke jurnalis mbak, amin
      iyaaaa ini merupakan langkah awal mengkampanyekan hak perempuan indonesia. Kaum seperti kita berhak juga kok mecalonkan jadi caleg. yang penting tetap ingat sama kewajiban dan kodratnya, perempuan juga bisa seperti lelaki kok, gak kalah hebat :)
      iyaa kita berdoa semoga nanti banyak caleg perempuan yg berkualitas mbak amin

      Hapus
  10. Masalah utama yang aku rasakan mengenai caleg perempuan adalah kurangnya sosialisasi!
    Coba ada lembaga tertentu yang memberi info lebih detail mengenai profil caleg perempuan. Siapa dan bagaimana kiprahnya. Kelebihan dan kekurangannya. Berasal dari manakah mereka. Prestasi yang pernah diraihnya dalam bidang sosial. Juga kemantapan karakternya. Lebih tepatnya bisa objektif dan independen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa mbak, tapi sekarang zamannya sudah modern, kita bisa mencari track record caleg perempuan tersebut via googling, kalau calegnya berkualitas pasti info di google akan menjelaskan kepribadian dan prestasinya setiap caleg dengan baik

      Hapus
  11. Wahh...kemarin eror postingannya ngga bisa ke buka bu gulu.. :D

    Hmmm...bener banget, proporsi kursi wakil rakyat lebih bagusnya 50:50 antara laki2 dan perempuan... agar negeri ini pengaturannya bisa lebih seimbang. Tapi semua hal yg di deskripisikan diatas laki2 juga bisa sih.. kecuali satu "keibuan" hehe

    eh kak, itu ilustrasinya dibikin sendiri.. wah ajib... :)'

    Semoga menang lomba kak :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya gakpapa hehhehee

      iya biar adil kan ya, sama biar enak juga gak ada kesenjangan gender lagi :)
      tapi tidak semua yang perempuan kerjakan bisa dikerjakan perempuan lhooo hehhehe

      iyaa aku bikin sendiri :)

      makasih yaa

      Hapus
  12. Setuju sih,cuma banyak artis perempuan yg ikut jd caleg... agak-agak gimanaaaa gitu -_-
    Harus buka referensi dulu,caleg perempuan mana yang memang pantas untuk dipilih
    Nice post kakak.... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan cari sepak terjak mereka di google ya. Masih banyak kok caleg perempuan yg memang benar2 amanah :)
      makasih

      Hapus
  13. yap! bener banget kak Mei. pada dasarnya laki-laki dan perempuan memiliki peluang dan kesempatan yang sama dalam dunia per-politik-an. apalagi dengan kelebihan2 yang dimiliki perempuan tersebut seperti yang kak Mei sudah paparkan di atas, maka why not untuk perempuan menduduki kursi legislatif..

    kalo menurut aku sih memilih caleg dari kaum perempuan adalah sah-sah saja, asalkan si caleg perempuan itu tau dan sadar akan kodrat yang dimilikinya apalagi jika caleg tersebut adalah seorang istri dan seorang ibu. iya, kalo aku sih gitu, gatau sama mas Anang -___-v

    semoga menang lombanya kakak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Caleg Perempuan? why not :) ayoo dukung caleg perempuan agar suara-suara kita bisa tersampaikan, kalau ada wakil kita di sana kan lebih enak :)

      Iya memang harus ingat akan kodratnya :)

      haiah malah mas Anang hhahaa

      Hapus
  14. Caleg perempuan? Bisa jadi, bisa jadi! hehe
    Kenapa tidak? Tidak ada yang membatasi antara laki-laki dan perempuan dalam dunia politik. selagi tidak keluar dari jalur dan kodratnya sebaagai perempuan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup bener banget, 100% buat kmu heheehe

      Hapus
  15. caleg-caleg perempuan berkualitas dan pintar banyak ya,semoga bisa menginspirasi

    BalasHapus
  16. Waaah.. Bisa dapet poin-poin di atas keren banget Mei, bener2 banyak sisi positifnya para caleg perempuan.. tapi masalahnya emang selain kampaye terbuka, selebaran, poster dan baliho yang dipasang di jalanan gak ada media lain yang bisa digunain buat sosialisasi atau mengenalkan lebih jauh lagi visi misi para caleg perempuan...

    tapi kesan para perempuan yang sudah Mei jabarkan di atas mendadak jadi buram sejak ada sesosok perempuan bernama Ani Yudhoyono, meskipun dia bukan caleg... tapi sikapnya yang angkuh, mendadak bikin ilfeel... dan ANi Yudhoyono itu perempuan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Via google bisa Dotz

      btw tidak semua caleg perempuan itu angkuh lhooo :)

      Hapus
  17. selain sisi positif yang ada diatas. ada sisi negatif mengapa caleg perempuan jumlahnya sedikit . karena kebanyakan caleg perempuan tidak seberani caleg laki-laki yang nekat dalam mengeluarkan uang buat kampanye. bukan rahasia umum lagi kalau jaman sekarang caleg uangnya harus gede.

    dan menurut pribadi saya, rakyat cowok khususnya takut di "code"in sama caleg perempuan, dalan masa pacaran ajah sering ngodein. apalagi kalau udah jadi caleg hahahhaha #jawwbanngaco

    BalasHapus
  18. kayak bentar lagi kk Mei bakalan ikutan caleg masa depan deh yg mewakili suara para wanita ,,, tp emang bener sih perwakilan perempuan dipalermen amat penting biar seimbang gitu

    BalasHapus
  19. Bener banget! Laki-laki sama perempuan itu punya hak yg sama. Aku setuju sama kak Mei. Toh gak semuanya caleg perempuan itu gak bener. Aku percaya itu :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar dengan sopan ya. Jangan lupa follow ig/twitter juga di @meifariwis