Minggu, 12 Mei 2019

Hindari Kesalahan Ini Ketika Membeli Rumah Di Jual di Bandung Pertama Kali!


Urusan membeli rumah memang tidak bisa dilakukan sembarangan. Diperlukan perhitungan yang matang ketika memutuskan untuk membeli rumah di jual di Bandung pertama kalinya.

Siapa sih yang enggak pengin memiliki sebuah rumah?

Setiap orang tentu memimpikan memiliki sebuah rumah pribadi yang dapat dijadikan sebagai tempat bernaung bersama keluarga tercinta. Apalagi di Kota Bandung. Dianugerahi alam yang indah, cuaca yang sejuk, serta landscape yang menawan, membuat banyak orang berlomba-lomba ingin memiliki sebuah rumah di kota tersebut.

Sama halnya dengan kota besar lain di Indonesia, harga rumah di jual di Bandung tentu tidak murah. Oleh sebab itu, bijaklah ketika membeli sebuah rumah. Terutama bagi para pembeli pemula, banyak sekali hal yang perlu diketahui ketika kamu memutuskan untuk membeli rumah di jual di Bandung untuk pertama kalinya.

Supaya enggak salah, cari tahu informasi selengkapnya di bawah ini ya.

1. Kurang memperhitungkan kondisi keuangan


Ketika kamu memutuskan untuk membeli sebuah rumah di jual di Bandung, hal pertama yang harus kamu persiapkan tentu saja dana atau uang untuk membeli rumah tersebut. Sayangnya, para pembeli pemula acap kali abai dalam memperhitungkan kondisi keuangannya sendiri.

Masalahnya adalah, ketika membeli sebuah rumah, kita tidak hanya mengandalkan pengelihatan dan juga perasaan semata. Meskipun kamu sudah sangat jatuh hati ketika melihat sebuah rumah, namun apabila rumah tersebut sudah melampaui budget yang kamu persiapkan, maka jangan memaksa untuk membeli rumah itu.

Pasalnya, kebutuhan dana pada rumah baru bukan hanya urusan membayar harga rumah saja, namun juga uang muka, pajak, komisi agen jika kamu menggunakan jasa agen properti, dan lain sebagainya.

Jika ditotal, biaya-biaya tersebut bisa sangat besar, lho. Oleh karenanya, perhitungkan baik-baik kondisi keuanganmu ketika memutuskan membeli sebuah rumah di jual di Bandung.

Jangan pula bergantung kepada bonus dan kenaikan gaji setiap tahunnya dari pekerjaanmu untuk membeli atau membayar cicilan rumah tersebut. Sebab, bonus dan kenaikan gaji tersebut merupakan sesuatu yang sifatnya belum pasti dan bisa saja tidak kamu dapatkan.

2. Buta dengan skema cicilan dan perhitungannya


Di tengah mahalnya harga rumah di perkotaan, termasuk Kota Bandung. Melakukan pembelian rumah dijual di Bandung melalui cicilan KPR tentu akan sangat membantu. Namun, sebelum memutuskan untuk mengajukan cicilan ke bank, pastikan dulu bahwa kamu sudah paham betul mengenai skema cicilan KPR dengan segala perhitungannya yang rumit.

Tanyakan secara mendetail terkait skema KPR dari bank yang kamu pilih, berapa bunganya, berapa cicilan yang harus kamu bayarkan, berapa lama jangka waktu cicilan, dan lain-lain. Pilihlah KPR yang menawarkan uang muka rendah, dengan tingkat suku bunga yang rendah.

Jika perlu, buat kalkulasi kasar tentang pengeluaran setiap bulanmu ditambah biaya cicilan rumah. Dari situ kamu bisa melihat, apakah cicilan rumah tersebut masih sesuai budget kamu apa tidak. Sesuaikan pilihan kredit rumah dengan kemampuanmu, jangan sampai rumah tersebut disita oleh bank gara-gara kamu tidak mampu membayar biaya cicilannya.

3. Salah memilih jangka waktu cicilan


Saking gengsinya membeli rumah dengan skema cicilan, kamu lantas memilih jangka waktu cicilan yang singkat, padahal semakin singkat jangka waktu cicilan, maka cicilan per bulannya pun akan semakin besar.

Jika kamu memang mampu sih enggak masalah ya, tapi kalau enggak mampu, kenapa harus maksa? Fasilitas tenggat waktu cicilan tersebut ada untuk dimanfaatkan lho, apabila menurut perhitunganmu, kamu lebih leluasa ketika jangka waktu cicilan 20 tahun, 25 tahun, 30 tahun, kenapa tidak? Asalkan semuanya sudah diperhitungkan secara tepat dan masak-masak.

4. Kurang cermat memilih lokasi rumah

Lokasi adalah faktor yang sangat amat penting jika kita berbicara soal properti, termasuk dalam urusan membeli rumah di jual di Bandung. Sayangnya, banyak sekali para pembeli pemula yang tidak paham akan hal ini. Iming-iming harga murah, mereka lantas membeli sebuah rumah dengan akses yang buruk, serta jauh dari berbagai fasilitas publik.

Padahal, rumah dengan akses yang baik, berlokasi di kawasan yang sedang berkembang, atau berdekatan dengan fasilitas publik memiliki nilai investasi yang sangat baik di masa depan.

Jika boleh memberikan rekomendasi, kamu bisa membeli rumah di jual di Bandung yang berlokasi di kawasan Bandung Timur, karena prospek investasi di kawasan tersebut saat ini sangat baik-baiknya. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pembangunan infrastruktur yang terdapat di kawasan tersebut. Selain itu, harga rumah di kawasan Bandung Timur juga masih sangat bersahabat, lho.

Maka dari itu, cari tahu terlebih dahulu soal lokasi rumah yang ingin kamu beli, apakah rumah tersebut memiliki lokasi yang cukup prospektif apa tidak.

5. Abai dengan lingkungan sekitar rumah

Yang terakhir ini juga penting untuk kamu ketahui ketika memutuskan untuk membeli sebuah rumah di jual di Bandung untuk pertama kalinya. Bukan hanya lokasi yang prospektif, sebuah rumah harusnya berada di lokasi yang aman, baik dari ancaman tindak kriminal, maupun dari bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan sebagainya.

Meskipun secara penampilan rumah tersebut terlihat sangat menarik, bisa saja ketika hujan deras turun, tiba-tiba rumah barumu itu mengalami kebanjiran. Maka lakukan riset lokasi itu diperlukan, baik mencari informasi lewat internet, maupun bertanya langsung kepada warga yang ada di sekitar tersebut.

Selain aman dari bencana alam, sebuah rumah juga haruslah dapat menjamin keamanan jiwa dari penghuninya. Maka dari itu, pilihlah rumah yang memiliki tingkat keamanan yang cukup baik.

Dalam hal ini saya rekomendasikan, pilihlah rumah di jual di Bandung yang terdapat di sebuah komplek perumahan.


Mengapa demikian? Sebab, biasanya sebuah kompleks perumahan dilengkapi dengan fasilitas keamanan yang cukup mempuni.

Mulai dari petugas keamanan yang berjaga selama 24 jam non-stop, sampai dengan menggunakan alat keamanan tambahan seperti CCTV.

Berbeda dari rumah yang terletak di lingkungan padat penghuni atau daerah pemukiman biasa, yang biasanya tidak dilengkapi dengan petugas keamanan yang berjaga. Kalaupun ada, biasanya keamanan tersebut merupakan bentuk kolektivitas dari masyarakat sekitar dalam menjaga lingkungannya, seperti ronda.

Tambahan, untuk kamu yang ingin membeli rumah di jual di Bandung. Pastikan rumah yang kamu akan beli bukan termasuk zona merah ojek online di Bandung ya.

Hal ini cukup penting untuk diketahui, apalagi jika kamu sering berpergian atau memanfaatkan jasa ojek online dalam membeli makanan dan mengantar barang. Pasalnya, di beberapa wilayah di Kota Bandung masih terjadi penolakan terhadap ojek online, sehingga mereka dilarang melewati atau beroperasi di wilayah tersebut.

Nah, setelah membaca ulasan di atas, tentu kamu sudah paham dong, apa-apa saja yang harus diperhatikan dalam membeli rumah di jual di Bandung untuk pertama kalinya?

Oh iya, jika kamu berminat untuk membeli sebuah rumah di jual di Bandung, carilah rumah tersebut dari situs jual beli terbesar dan terpercaya, seperti 99.co Indonesia ya.

Dengan situs tersebut, kamu enggak cuma bisa membeli dan menjual rumah, namun juga menyewa rumah dan segala jenis properti lainnya.

Semoga artikel saya kali ini bermanfaat, selamat membeli rumah! 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar dengan sopan ya. Jangan lupa follow ig/twitter juga di @meifariwis

Back to Top