Selasa, 03 Desember 2013

Pernikahan

Assalamu'alaikum :)

25 Oktober 2013

Hula...hulaa.... saatnya kembali bercerita . . . . Ini nih momen yang paling ditunggu-tunggu. Momen di mana aku akan mengawali hidup sebagai seorang istri. Momen di mana aku harus siap menempuh hidup baru, siap dengan segala keadaan yang akan terjadi ke depannya, baik senang maupun susah. Ya semua itu akan dimulai dari sebuah biduk pernikahan.

Sebagai seorang wanita, perkawinan adalah salah satu hal yang paling membahagiakan. Hidup akan terasa sempurna jika sudah menjalani salah satu kewajiban sebagai seorang muslim ini, itu artinya separuh dari agamaku akan menjadi lebih sempurna dengan adanya pernikahan ini. Uyeeeee syalalalala dubidam damm dammm daammm. (senang bukan kepalang)

Dulu aku bisa bebas menarik hati semua pria, tapi sekarang aku harus sudah menguatkan hati untuk tak pernah berpaling lagi dari sang suami. Uhukkkk... Menikah itu menyenangkan, iya benar-benar menyenangkan. Semua masa-masa indah pacaran akan lebih membahagiakan jika berakhir di pelaminan. Tapi untuk menuju ke pelaminan itu juga tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu niat dan sebuah komitmen yang kuat untuk itu. Seperti juga yang aku alami, sudah 4,5 tahun berpacaran banyak rintangan dan ujian yang menghadang. Mulai dari perbedaan pendapat dan bertengkar sampai akhirnya kami berkomitmen untuk menikah. Alhamdulillah semua bisa kami wujudkan dalam satu ikatan suci, karena kami selalu percaya di mana ada kemauan pasti di situ ada jalan.

Tepat hari Jum'at 25 Oktober 2013 kami menikah. Sebelumnya kami sudah mempersiapkan berbagai hal untuk menuju momen indah tersebut. Mulai dari lamaran, prewedding, cetak undangan, sampai tes kesehatan dan mengurus surat serta dekorasi. Kami memang sengaja tidak merayakan pernikahan kami secara meriah. Walau tidak di adakan resepsi gede-gedean kami cukup senang karena keluarga bisa berkumpul untuk memberika doa restu. Kami hanya mengadakan syukuran sederhana yang dihadiri keluarga besar.

Jam baru menunjukkan pukul 03.00 dini hari, tapi aku sudah tidak bisa tidur lagi. Ku coba memejamkan mata tapi malah semakin susah. Mungkin ini yang dinamakan sindrom deg-degan menjelang pernikahan. Jam setengah 4 pagi aku bangun dan langsung bersih-bersih rumah. Waktu itu aku memang sedang tidak sholat jadi bisa langsung beres-beres rumah. Ibuku langsung pergi ke pasar membeli perlengkapan yang masih kurang. Saudara-saudaraku sudah banyak yang berkumpul untuk membantu memasak. Aku pun langsung mandi karena sang perias pengantin akan segera datang. 

Oke aku persingkat saja ya, karena kalau ku ceritakan panjang lebar gak bakalan habis bisa mencapai 50 episode hahahahaha. Pukul 08.00 pagi kami sekeluarga pergi ke KUA untuk menjalani akad nikah. Sesampai di sana ternyata sudah banyak yang antri. Woiiiii mau nikah aja pakai acara antri ya, kayak antri sembako saja. Hahaha. Tepat jam 09.00 pagi kami memasuki sebuah ruangan di KUA. Sebelum mengucapkan ijab qobul kami berdua diberi pertanyaantentang pernikahan.

Alhamdulillah semua berjalan lancar dan sekarang kami resmi menjadi suami istri. Terima kasih buat semua orang yang sudah membantuku menuju proses pernikahan sampai hari H. Mulai dari keluarga besar, Charis Global School, tempat ayank bekerja, teman serta sahabat, saudara , tetangga dan semuanya yang tidak bisa aku sebutkan satu per satu. Mudah-mudahan ini adalah awal terbaik bagiku dalam melanjutkan hidup. Amin :)


8 komentar :

  1. selamat ya mbak mei, uh udah nikah... ihiw :D

    BalasHapus
  2. AAAK SELAMAT KAK MEEEI :) SEMOGA SAMPE KAKEK NENEK PERNIKAHANNYA :)
    AKU NUNGGU KEPONAKAN AKU NIH .. CEPETAN PUNYA ANAK YA KAAAK JANGAN DITUNDA :)
    YEAAAY SEKALI LAGI SELAMAT...

    BalasHapus
  3. Aaakkkk.... Ka mey cantik, suaminya juga tampan, penghulunya sangar.. Berkumis.. Hahaha.... Semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah kak.. :3

    BalasHapus
  4. Hem,. Jadi ini suaminya kak Memei.
    Saya doakan semoga menjadi keluarga yang sakinah, tentram dan harmonis..

    BalasHapus
  5. selamat ya mei ^^ smoga jadi kluarga sakinah mawaddah warahmah.
    doakan saya menyusul tahun ini :-p

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar dengan sopan ya. Jangan lupa follow ig/twitter juga di @meifariwis

Back to Top