Minggu, 28 Agustus 2016

Perayaan 17 Agustus di Sekolah

Assalamu'alaikum :)

Merdeka... merdeka... merdeka!!!

Teriakan merdeka masih menggema di telinga saya, meskipun perayaan hari kemerdekaan sudah berlalu di tanggal 17 Agustus kemarin, hehehe.

Seperti orang-orang pada umumnya, saya sangat antusias menyambut hari jadinya Indonesia yang ke 71 ini. Salah satunya adalah dengan membersihkan halaman rumah dan memasang bendera merah putih di depan rumah. Tahun ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya saya merayakan hari kemerdekaan di tanah rantau. Sepi rasanya, beda saat di kampung yang penuh dengan aneka lomba. Namun, kesedihan itu tak lantas membuat saya berlarut, karena saya bisa merasakan kemeriahan lomba 17an di sekolah. Yess, di sekolah!!!


Jika upacara bendera biasanya dilaksanakan di tanggal 17 Agustus, sekolah tempat saya mengajar ini perayaannya dilakukan di hari berikutnya yakni 18 Agustus. Tanpa mengurangi esensi dan rasa hormat terhadap pahlawan, kami (guru dan murid) tetap melaksanakan upacara dengan penuh semangat dan khidmad. Meskipun saat itu sekolah sedang dilanda hujan deras.

Suasana di dalam aula

Kepala sekolah selaku pembina upacara

Anak-anak hormat pada Bendera Merah Putih

Mulanya seluruh panitia 17an merencanakan upacara di depan halaman sekolah. Kami semua sudah menyiapkan perlengkapan upacara namun sayang karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan akhirnya upacara dipindah ke aula sekolah. Meskipun begitu, upacara tetap berjalan dengan lancar.

Selesai upacara berfoto bersama terlebih dahulu

Setelah upacara selesai anak-anak kembali ke kelas masing-masing untuk makan pagi dan ganti baju dengan warna khas kemerdekaan yaitu merah putih. Sekolah kami memang punya tradisi merayakan hari kemerdekaan dengan mengadakan aneka lomba dengan kostum merah putih.

Wajah polos anak-anak menyambut lomba 17an

Apa saja permainan untuk menyambut hari kemerdekaan tersebut?

Berhubung di primary ada 6 kelas dan untuk lebih memudahkan penilaian maka kelompok dibagi menjadi 3, yakni kelas 1-2, kelas 3-4, dan kelas 5-6. Ada 3 kelompok yang akan memeriahkan lomba tahun ini. Kelompok sengaja diurutkan dari kelas terkecil sampai kelas terbesar supaya adil dan merata.

Semua guru dan anak-anak berkumpul di aula untuk mengikuti kegiatan lomba, awalnya memang akan dilakukan di halaman sekolah tapi karena hujan jadi pindah arena. Hihihi. Semua anak-anak terlihat antusias terutama kelas 1, karena ini kali pertamanya mereka mengikuti perayaan 17an di sekolah. Kalau kelas-kelas besar mereka penasaran lomba apa saja yang akan dipertandingkan.

Biasanya lomba 17an identik dengan tarik tambang, panjang pinang, dan makan kerupuk. Tapi di sekolahku beda lho, antimainstream gitu hahaha. Lombanya adalah sebagai berikut:

1. Lomba memasukkan bola ke dalam keranjang dengan cara bolanya ditaruh di antara 2 kepala (bener gak sih namanya? LOL)

Lomba memasukkan bola ke dalam keranjang

Lomba ini dikhususkan untuk kelas kecil yaitu kelas primary 1. Anak-anak P1 sangat senang dengan permainan sederhana ini, satu per satu dipanggil dan berpasangan dengan temannya lalu menempelkan bola kecil dijidat mereka. Permainan ini mengundang sorak tawa dari anak-anak karena banyak bola yang terjatuh. Jika bola tersebut jatuh maka permainan harus diulang dari awal. Saya dan rekan-rekan guru juga tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi anak-anak P1 yang heboh bermain bola ini. Seruuuuuuuu!

2. Estafel karet gelang


Kelompok yang memainkan permainan ini adalah anak-anak primary 2. Awalnya 5 anak disuruh berbaris lalu orang pertama mengambil karet dan memberikan karet tersebut melalui sedotan yang ada dimulut mereka. Teman pertama menepuk pundak teman kedua dan begitu seterusnya sampai karet gelangnya berhasil sampai di orang terakhir dan dimasukkan ke dalam keranjang. Meskipun terlihat sederhana namun permainan ini cukup susah karena harus ekstra konsentrasi.

3. Berpindah tempat dengan kardus.


Apa ya judul yang tepat buat permainan ini? hahaha. Intinya anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 5 orang anak. Mereka berdiri di atas kardus yang besar, lalu mereka harus berpindah tempat ke dalam kardus yang kecil. Begitu juga seterusnya sampai mencapai garis finish. Permainan ini dilakukan oleh anak-anak primary 3. Permainan berpindah tempat ini cukup sulit dan membutuhkan kekompakan.

4. Memasukkan bola ke dalam keranjang.



Permianan ini dilakukan oleh anak-anak kelas 4, 5, dan 6. Tekniknya sangat mudah, anak-anak berdiri berdasarkan kelompoknya. Satu orang menjadi tiang keranjang (keranjangnya ditalikan diperut mereka) sedangkan teman yang lain bertugas memasukkan bola.

5. TIC TAC TOE

Perminan ini sering kita mainkan lho, biasanya pakai koin atau benda-benda kecil. Cara memainkannya dengan mengurutkan benda itu menjadi 1 baris baik sejajar maupun menyilang. Untuk perminan ini anak-anak menggunakan media handuk untuk membuat barisan. Mereka harus rebutan dengan cara lari paling cepat untuk mengatur barisan handuknya.


Lomba 17an kali ini memang terkesan sederhana, tapi dibalik itu semua ada koordinator (Ms Eko) yang harus pusing-pusing mikir konsep. Ada pula guru-guru yang harus panas-panasan mengajari petugas upacara, ada juga guru yang harus menyiapkan segala perlengkapan blablabla. Semuanya demi tercipta upacara yang khidmat dan lomba yang super seru.

Meskipun tahun ini tidak merasakan perayaan 17an di kampung, tapi saya bersyukur masih dikelilingi anak-anak yang lucu dan teman-teman yang bahu membahu menyiapkan segalanya untuk pesta kemerfekaan ini. Saya senang syekaliiiiii, hihihi.

Ini cerita singkatku tentang perayaan 17an Agustus, bagaimana ceritamu???

Salam,
@meifariwis


4 komentar :

  1. Wah.. Lombanya keren-keren.
    Layak dijadikan rujukan buat lomba disekolah tempat saya ngajar. :)

    BalasHapus
  2. gak ada lomba masukin paku ke botol nih mba. hehe padahal lumayan pegel tuh

    BalasHapus
  3. Eh lucu estafet kareng gelang, yang ini aku baru tau

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar dengan sopan ya. Jangan lupa follow ig/twitter juga di @meifariwis

Back to Top