Sabtu, 08 Oktober 2016

Tips Menghadapi Kebakaran

Assalamu’alaikum :)

Hari Jumat kemarin sekolah tempatku bekerja mengadakan simulasi pemadaman kebakaran. Sebenarnya ini adalah kali kedua simulasi tersebut dilaksanakan. Tapi baru kali ini saya mengikutinya bersama rekan-rekan guru dan staff sekolah.


Mengingat simulasi ini sangat penting dan bermanfaat, jadi saya share ya di sini apa saja ilmu yang kemarin saya dapatkan. Xixixixi :)

Saya lupa nama bapak-bapak pemandu simulasinya, saking antusiasnya kami (para guru) malah lupa tidak menanyakan nama si bapak. Padahal kan tak kenal maka tak sayang, saya menyesal tidak mengetahui nama bapak itu hohoho.

Jelasnya si bapak pemandu datang bersama rekannya, namun si bapak itulah yang lebih banyak memberikan pengarahan dan berbagi ilmu dengan kami. Awalnya kami dibariskan seperti anak-anak saat akan masuk ke kelas. Ternyata membariskan guru-guru lebih susah daripada mengatur anak-anak, karena kami (guru) malah sibuk sendiri-sendiri, hahaha *maaf ya pak, kami mah gitu orangnya*

Dengan senyum yang khas, bapak pemandu berbaju merah tersebut melontarkan beragam pertanyaan. Tapi namanya juga guru-guru Charis yang tingkat humornya tinggi, kami malah menggoda bapak tersebut dengan jawaban-jawaban yang nyeleneh *sekali lagi maaf ya pak hehehe*

Awalnya si bapak menjelaskan betapa pentingnya diadakan simulasi kebakaran semacam ini. Pasalnya, kebakaran bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan juga tanggung jawab karyawan yang bekerja di dalamnya. Benar juga sih, semua yang ada di sekolah patut waspada dan mengerti prosedur jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

Bapak berbaju merah itu pun kembali memberikan pertanyaan tentang apa perbedaan antara kebakaran dan pembakaran. Jawaban kami (guru) tentu beragam, karena kami semua pintar hahaha LOL. Gak ding, becanda! Kesimpulan dari tanya jawab itu adalah sebagai berikut:

Pembakaran adalah proses meleburnya suatu benda karena api yang dapat dikendalikan dan sengaja dilakukan pembakaran. Contohnya pembakaran baja, peleburan besi di sebuah perusahaan, memasak, memanaskan air dan sebagainya. Kita bisa mengatur suhu maupun panas yang kita inginkan. Pembakaran ini tidak membahayakan karena kita yang mengendalikan.

Kebakaran adalah suatu perusakan benda oleh api yang terjadi dengan tidak sengaja dan tidak kita kehendaki. Contohnya konsleting listrik, gas meledak, kantor yang terbakar dan api menjalar hebat. Kebakaran ini bisa terjadi dimana saja dengan beragam sebabnya. Kebakaran juga dapat menyebabkan korban jiwa, harta, dan benda. Oleh sebab itu, kebakaran ini wajib kita padamkan dan hentikan.

Selanjutnya si bapak menjelaskan bahwa ada 3 elemen yang dapat menyebabkan kebakaran yaitu Oksigen, Bahan yang terbakar, dan Panas. Akan tetapi kita bisa menghindari kebakaran ini dengan menghilangkan satu unsur di dalamnya. Seperti, menghilangkan oksigen dengan cara menutup ruangan yang tebakar agar udara tidak bisa masuk (dengan catatan di dalam ruangan tidak ada korban) atau dengan cara menguraikan bahan-bahan yang mudah terbakar tersebut.

Adapun tips menghadapi kebakaran adalah sebagai berikut:
  • Teriak kebakaran, supaya orang-orang tahu kalau sedang terjadi kebakaran
  • Ambil APAR (alat pemadam api ringan) terdekat, kalau tidak ada cari sumber air paling dekat
  • Evakuasi atau selamatkan korban
  • Jika masih memungkinkan, selamatkan barang-barang penting seperti dokumen dll
  • Jangan panik supaya bisa tetap berpikir logis
  • Jika jalan keluar harus melewati api, pakailah kain basah untuk menutupi badan
  • Segera cari pertolongan


Sebenarnya kebakaran dapat kita cegah dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Berikut diantaranya:
  • Bersihkan kompor dan selang gas secara berkala
  • Hindari penggunaan stop kontak bertingkat
  • Jauhkan barang-barang yang mudah terbakar dari panas atau api
  • Simpan bahan-bahan cair dengan baik (spirtus, bensin, minyak dll)
  • Tidak bermain-main dengan api (lilin, petasan, lampu dll)


Setelah menjelaskan penyebab dan tips menghadapi kebakaran selanjutnya si bapak pemandu itu juga menjelaskan mengenai jenis-jenis APAR. Ada 4 jenisnya yaitu APAR Busa, APAR Serbuk, APAR Air, dan APAR Karbondioksida (CO2). Penggunaan APAR ini juga ternyata memiliki spesifikasi yang khusus. Contohnya kebakaran kelas A (kayu, kertas, karet) cocok pakai APAR Air. Kebakaran kelas B (minyak, bensin, spirtus) cocok pakai APAR CO2. Kebakaran kelas C (elektronik, listrik) pakai APAR serbuk/tepung.

Selesai menjelaskan segala sesuatunya tentang kebakaran, kami diajari cara menggunakan APAR ini. Seru banget lho, semua guru dan staff mulai mempraktekkannya satu per satu. Oh iya, begini ya caranya memakai APAR:
  • Pasang kuda-kuda, supaya badan tidak mudah goyah
  • Tarik Pin yang ada di APAR
  • Ambil selangnya dan pegang ujung selangnya
  • Semprotkan ke titik api

 
Si bapak pemandu simulasi

Ini beberapa keseruan yang kami alami Jumat sore kemarin. Saya mencoba yang pertama bersama Bu Mina (kepala sekolah paling kece badai).

Ibu Umi in action

Ini saya, bu Mina ketutupan hahaha


Tuh kan seru banget simulasi pemadam kebakaran ini. Saya senang karena mendapatkan ilmu baru dan yang jelas bisa sekalian praktek menggunakan APAR hehehe. Yuk, berhati-hati dan menjaga agar tidak terjadi kebakaran! Kalau buka kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

See u again :)

Salam,
@meifariwis

5 komentar :

  1. Seru banget ya simulasinya. Tapi, walaupun bisa, setelah ikut simulasi, semoga gak pernah ada kebakaran, ya. Takuuut...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak moga2 gak ada kebakaran. Ini hanya simulasi aja dan moga ga kejadian beneran takuuuut

      Hapus
  2. Keinget dulu kantoru uga ngundang petugas PMK utk ngajarin ttg pemadaman kebakaran.
    Emang penting sih buat kita tahu ya TFS :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya penting mbak, semua jajaran harus tau prosedurnya

      Hapus
  3. Kok sekolahmu keren :( Dulu zaman aku sekolah kok nggak ada begini yah. Mentok cuman simulasi menanam padi. Bah.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung, silakan berkomentar dengan sopan ya. Jangan lupa follow ig/twitter juga di @meifariwis

Back to Top